Dari informasi yang diperoleh, keracunan terjadi setelah karyawan memakan nasi dari katering dengan lauk nasi, sayur bayam, dan ikan panggang mangut. Seusai makan, para karyawan kemudian mengeluh pusing dan mual. Bahkan banyak yang muntah sehingga dilarikan ke RS Permata Medika dan RSUD Tugurejo.
Kapolsek Mijen, Kompol Baihaqi mengatakan pihaknya setelah menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan serta barang bukti berupa sisa makanan dan juga makanan yang masih utuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baihaqi menjelaskan pihaknya belum mengetahui pasti jumlah korban keracunan, karena di RS Permata Medika ada beberapa karyawan yang sudah bisa pulang tanpa harus rawat inap. Namun kemudian kembali ke rumah sakit karena merasa mual-mual lagi.
"Baru kita cek jumlahnya. Masih berubah terus. Tadi ada yang sudah boleh pulang tapi balik lagi karena mual," tandasnya.
Untuk data sementara dari kepolisian, ada 24 korban yang dirawat di RS Permata Medika yaitu 8 orang di Ruang Srikandi, 8 orang di Ruang Arimbi, dan 8 lainnya di IGD. Namun Baihaqi kembali menegaskan jumlah tersebut belum pasti. Sedangkan korban yang berada di RSUD Tugurejo ada 38 orang dan semua sudah diperbolehkan pulang.
"Yang jelas jumlahnya puluhan," tegas Baihaqi.
Hingga saat ini kepolisian masih mendalami kasus keracunan tersebut. Sementara itu HRD PT Fukuryo Indonesia, Parno mengatakan pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari katering yang menyediakan makanan.
"Ya nanti minta tanggungjawab katering," kata Parno sembari menjemput karyawannya di RSUD Tugurejo. (alg/bgs)










































