Pasalnya, dusun yang memiliki 1.200 jiwa ini selalu mengalami krisis air bersih setiap tahunnya. Bahkan, kekeringan yang dialami warga biasanya terjadi antara 3 sampai 7 bulan dalam setahun.
Rasem, salah satu warga Dusun Silangit menuturkan jika di tempat tinggalnya selalu susah mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Sebelumnya, untuk mendapatkan air bersih warga harus mengambil dari mata air yang berada di bawah dusun sekitar 1 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasem bercerita sebelumnya ia harus menggendong air bersih 3 kali dalam sehari. Air tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dari mencuci hingga memasak.
"Setelah ada pipanisasi untuk mengambil air tidak jauh lagi. Dan sebagai bentuk rasa syukur warga menggelar syukuran," sambungnya.
Dalam syukuran tersebut, warga menyediakan nasi sebanyak tujuh kepal serta beranekaragam lauk-pauk. Dalam acara tersebut juga sekaligus untuk mendoakan para arwah nenek moyang warga.
Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei mengatakan, pipanisasi ini solusi kekeringan untuk jangka panjang. Sehingga, ia meminta kepada semua Polsek yang wilayahnya mengalami kekeringan untuk mencari mata air di sekitar desa. Sehingga, bantuan air bersih bisa berkelanjutan.
"Berbeda dengan dropping air yang sifatnya hanya sementara. Jadi melalui program polisi tresno ini, nanti Polsek untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat guna mencari sumber air bersih. Kemudian disedot dengan pipa agar lebih dekat," paparnya.
(sip/sip)











































