Setelah memasang garis polisi, satuan petugas dari Polsek Prembun bersama tim Inafis Polres Kebumen langsung melakukan Olah Kejadian Perkara (TKP) di area yang tak jauh dari rel kereta api itu Kamis (24/08/17) sore.
"Meskipun hingga sore ini semburan berangsur-angsur mengecil namun masih ada suara gemuruh dari dalam tanah," kata Aiptu Lubar, salah satu petugas dari Polsek Prembun kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun semburan sudah mulai mengecil, tapi masih terdengar suara gemuruh yang terdengar dari dalam lubang itu. Warga diimbau untuk tetap menjaga keamanan agar tidak mendekati lubang bekas pengeboran yang sebelumnya mengeluarkan gas bercampur lumpur.
"Masyarakat kami imbau agar tidak terlalu dekat dengan lubang, siapa tahu nanti muncul semburan yang lebih besar lagi," tuturnya.
Seperti diwartakan sebelumnya bahwa semburan gas bersama lumpur itu muncul akibat proyek PT KAI yang melakukan sondir atau pengeboran guna pengecekan tanah yang akan digunakan untuk jalur kereta api ganda.
Namun pengeboran dengan pipa berdiameter 1 inchi itu terpaksa dihentikan setelah pada kedalamam 8 meter mata bor membentur benda keras. Setelah pipa diangkat tiba-tiba keluar semburan gas bercampur lumpur.
Aris Widiyanto (37) selaku pelaksana proyek PT KAI tersebut menuturkan bahwa kejadian itu baru pertama kali dialami. Bahkan semburan itu pada awalnya bisa mencapai 1,5 meter.
"Ya tadi semburannya mencapai 1,5 meter. Ini baru kali ini ada semburan, padahal sebelumnya kami belum pernah mengalami meskipun melakukan pengeboran hingga 100 meter," beber Aris. (sip/sip)











































