"Beda dengan pelaksanaan tahun lalu, JFW ke-12 ini dikelola sendiri oleh Disperindag DIY," kata Kepala Disperindag DIY, Budi Antono di JEC, Rabu (23/8/2017).
"Tujuan JFW, pertama mendorong sektor industri kreatif. Kedua mendorong berkembangnya desain produk fashion. Ketiga memperluas jaringan pemasaran produk fashion. Terakhir mendongkrak nilai tambah industri kreatif bidang fashion," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami punya mimpi produk fashion DIY dapat go public, tapi tetap menjaga kearifan lokal yang diselaraskan dengan perkembangan zaman," ujarnya.
Jogja Fashion Week 2017. Foto: Usman Hadi |
"Pemda DIY mesupport penuh acara ih. Makanya peserta pameran tidak dipungut biaya apapun. Masyarakat yang berminat menyaksikan JFW juga bisa langsung datang ke JEC, gratis," ungkapnya.
Sementara rangkaian JFW ke-12 kali ini di antaranya fashion exhibition, fashion seminar, fashion competition, fashion show, fashion art, talkshow, dan carnival.
"Untuk fashion show dilaksanakan setiap hari selama pameran berlangsung. Keseluruhan akan ditampilkan 52 karya desainer profesional dan 21 desainer dari IKM binaan Disperindag DIY," sebutnya.
"Perbedaan fashion show kali ini seperti dengan adanya peragaan Busana Jawa a la Yogya oleh Hastanata. Nantinya akan ditunjukkan bagaimana menggunakan busana Jawa secara benar," pungkasnya. (sip/skm)











































Jogja Fashion Week 2017. Foto: Usman Hadi