"Ya kemarin 25 kambing yang dimakan anjing (liar), terus tambah lagi dua dan tambah satu kambing, jadi (total) 28 kambing. Sudah terakhir itu sampai sekarang," ujar Kepala Desa Purwodadi, Sucipto saat dihubungi detikcom, Senin (21/8/2017).
"Harapan warga kalau bisa Pemkab (Gunungkidul) mendatangkan penembak, seperti Perbakin (Persatuan Penembak Indonesia), untuk menembak anjing-anjing liar itu, meskipun tidak mudah," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah desa sudah dua malam melakukan patroli bersama Perbakin. Dua hari sudah disasar kena satu anjing," ungkapnya.
Warga Desa Purwodadi saat ini sudah memindahkan ternak-ternak mereka ke rumah tinggal masing-masing. Hal itu karena dikhawatirkan ternak mereka yang selanjutnya dimangsa hewan liar tersebut.
"Kambing-kambing yang ada di ladang dan di hutan sudah dibawa pulang semua. Hampir setiap KK warga Purwodadi punya kandang ternak di hutan. Jumlahnya ratusan sampai ribuan kandang di hutan itu," kata dia.
Sucipto menerangkan adanya kambing warga yang dimangsa anjing liar adalah peristiwa tahunan. Tiap musim kemarau selalu ada ternak warga yang menjadi korban. Warga meyakini hewan buas yang memangsa ternak mereka adalah kawanan anjing liar.
"Berasal dari goa Desa Purwodadi dan dari luar Desa Purwodadi. Hampir setiap tahun ada ternak yang dimangsa tapi sedikit. Setiap musim kemarau seperti itu," katanya.
Namun tahun ini ternak warga yang menjadi korban lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setelah diselidiki warga ternyata yang memangsa ternak mereka tidak hanya anjing liar dari goa-goa, melainkan juga anjing milik warga setempat.
"Ternyata anjing liar gabung sama anjing warga. Bergabungnya anjing warga dengan anjing liar itu sesuatu yang biasa. Memang anjing warga jinak, tapi kalau sudah terbiasa dengan teman-temannya ya mau saja memangsa ternak," ujarnya. (mbr/mbr)











































