DetikNews
Jumat 18 Agustus 2017, 10:52 WIB

Pasar Beringharjo, Dulu dan Kini

Bagus Kurniawan - detikNews
Pasar Beringharjo, Dulu dan Kini Foto: Repro, buku "Kota Jogjakarta 200 Tahun, 7 Oktober 1756 - 7 Oktober 1956"
Yogyakarta - Pasar Beringharjo terletak di pusat Kota Yogyakarta. Pasar yang terletak di hutan beringin di sebelah utara Keraton Yogyakarta itu berdiri pada tahun 1758.

Di sekitar pasar masih banyak berdiri bangunan-bangunan cagar budaya seperti Gereja Kristen Margo Mulyo, Ngejaman, Gaug/sirine, Benteng Vredeburg, Gedung Agung, Markas Korem 072 Pamungkas, SDN Ngupasan, Polresta Yogyakarta, komplek Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dan lain-lain.

Bangunan pasar bagian depan sejak dibangun pada tahun 1925 sampai sekarang tidak ada perubahan. Hanya situasi jalanan Malioboro hingga depan pasar yang berubah. Hingga tahun 1970, arus lalu-lintas Malioboro hingga Air Mancur/simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta atau titik nol kilometer adalah dua arah.

Mulai tahun 1980 hingga sekarang arus lalu-lintas hanya searah dari utara ke selatan, mulai dari Tugu Yogyakarta di Jl Mangkubumi hingga titik nol kilometer.

Pembangunan los-los Pasar Beringharjo mulai tahun 1925 oleh Nederlansch Indisch Beton Maatschappij. Pada akhir bulan Agustus 1925 pembangunan tahap pertama los pasar bagian depan selesai. Pembangunan pasar dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Sejak itu bernama Pasar Beringharjo karena menempati alas/hutan Beringin. Sedangkan kata Harjo mengandung makna sejahtera.

Di pintu masuk pasar di kanan dan kiri terdapat dua buah ruangan berukuran sekitar 2,5 x 3,5 meter yang digunakan untuk kantor pengelola pasar. Di los terdepan sebagian besar berjualan aneka macam kain batik, pakaian dan perhiasan emas.

Bangunan Pasar Beringharjo yang masih asli dengan los-los pasar terbuka ada di bagian depan atau pintu masuk hingga ke belakang terutama di bagian los penjualan pakaian dan lain-lain. Sedangkan los pasar bagian belakang untuk los makanan, sayuran, daging dan lain-lain dengan tiga lantai itu merupakan bangunan baru.

Pada tahun 1980-an, los pasar bagian belakang pernah terbakar dan kemudian dibangun kembali seperti sekarang.

Dalam buku "Kota Jogjakarta 200 Tahun, 7 Oktober 1756 - 7 Oktober 1956" dari Panitiya Peringatan Kota Yogyakarta Ke 200 tahun, terdapat beberapa foto Pasar Beringharjo sebelum tahun 1950-an. Beberapa foto lama diantaranya karya Kasiyan Chepas seorang fotografer Indonesia yang juga fotografer Keraton Yogyakarta (1845-1912). Foto-foto Chepas diantaranya tersimpan di kantor Arsip DIY dan Keraton Yogyakarta.
  • Pasar Beringharjo, Dulu dan Kini
    Foto: Repro, buku "Kota Jogjakarta 200 Tahun, 7 Oktober 1756 - 7 Oktober 1956"
  • Pasar Beringharjo, Dulu dan Kini
    Foto: Repro, buku "Kota Jogjakarta 200 Tahun, 7 Oktober 1756 - 7 Oktober 1956"
  • Pasar Beringharjo, Dulu dan Kini
    Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
  • Pasar Beringharjo, Dulu dan Kini
    Foto: Bagus Kurniawan/detikcom

(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed