Memang bukan kapal perang betulan, KRI Jaga Laut 123 merupakan satu dari 40 perahu hias buatan warga desa setempat untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan NKRI ke-72. Perahu-perahu tersebut oleh warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, dihias untuk dilombakan pada kompetisi perahu hias yang diselenggarakan oleh Kecamatan Kampung Laut.
KRI Jaga Laut 123 di Kecamatan Kampung Laut, Cilacap. Foto: Arbi Anugrah |
Menurut Wargo Pramudita, ketua perahu KRI Jaga Laut 123, yang menang sebagai juara pertama mengatakan sebagai nelayan dirinya juga merasa perlu menjaga laut. Sehingga mereka berinisiatif untuk membuat nama kapal perang tersebut KRI Jaga Laut 123.
KRI Jaga Laut 123 milik warga Kampung Laut Cilacap. Foto: Arbi Anugrah |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, bersama anggotanya dia membutuhkan waktu 12 hari untuk membuat kapal perang berwarna abu-abu ini. Berbagai material mulai dari bambu yang digunakan untuk moncong meriam, kardus digunakan untuk membuat ruang naviagasi, hingga terpal berwarna abu-abu digunakan untuk melapisi tepi perahu.
"Konsep perahu hasil perundingan dan kesepakatan seluruh awak perahu," ujar warga Desa Ujung Alang ini.
Sementara menurut Koordinator Lomba Perahu Hias Kampung Laut, Paryono, adapun kriteria penilaian yang dilakukan oleh juri di antaranya mempertimbangkan faktor keindahan, keunikan, kreativitas, kekompakan, yel-yel, kearifan lokal, dan kesesuaian dengan tema kemerdekaan.
"Lomba ini serangkaian dengan upacara di atas laut. Kami juga ingin mengapresiasi warga Kampung Laut yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan," katanya. (arb/sip)












































KRI Jaga Laut 123 di Kecamatan Kampung Laut, Cilacap. Foto: Arbi Anugrah
KRI Jaga Laut 123 milik warga Kampung Laut Cilacap. Foto: Arbi Anugrah