Berbaju Tradisional Jawa, WN Jepang Ikut Upacara di Sungai Sleman

Berbaju Tradisional Jawa, WN Jepang Ikut Upacara di Sungai Sleman

Edzan Raharjo - detikNews
Kamis, 17 Agu 2017 17:40 WIB
Berbaju Tradisional Jawa, WN Jepang Ikut Upacara di Sungai Sleman
Warga negara Jepang ikuti upacara HUT RI di Sleman. Foto: Edzan Raharjo
Sleman - Berbagai cara dengan kreatifitasnya masing-masing dilakukan warga untuk memperingati hari kemerdekan RI. Di Sleman, dengan mengenakan pakaian tradisonal warga menggelar upacara di sungai Tuk Dandang.

Selain mengenakan baju tradisional, dalam upacara ini juga memakai bahasa Jawa. Sejumlah warga negara asing dari Jepang tampak mengikuti jalannya upacara. Mereka juga mengenakan pakaian tradisional Jawa. Bahkan mereka juga ikut kirab budaya dengan berjalan kaki. karena sebelum upacara, warga terlebih dahulu mengadakan kirab budaya mengitari dusun dengan membawa gunungan yang berisi berbagai makanan.

Salah satu warga Jepang, Shiori Matsumoto (22) mengaku meski harus jalan kaki lumayan jauh tetapi ia sangat senang berbaur dengan warga. Menurutnya, upacara di sungai ini cukup unik dan dia kali pertama ini melihat upacara kemerdekaan di sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upacara Kemerdekaan di Sleman. Upacara Kemerdekaan di Sleman. Foto: Edzan Raharjo

Ia mengetahu bahwa hari ini adalah peringatan kemerdekaan Indonesia. Saat ditanya siapa pahlawan yang dikenalnya, ia menyebutkan nama Kartini.

"Bagus, unik ya. Masuk-masuk sungai. Selamat ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-72,"kata Shirio yang lancar berbahasa Indonesia.

Kepala dukuh Sawahan, Pandawoharjo, Sleman, Hendro Widayat mengatakan sungai Tok Dandang merupakan sungai yang sangat penting bagi warga. Karena menjadai sumber mata air dan sumber pengairan persawahan warga.
Seluruh peserta upacara menggunakan pakaian tradisional. Seluruh peserta upacara menggunakan pakaian tradisional. Foto: Edzan Raharjo
Dengan digelarnya upacara di sungai diharapkan masyarakat tahu sejarah sungai yang sangat penting sehingga bisa menjaga bersama-sama.

Setelah upacara selesai, warga kemudian menikmati bersama-sama berbagai makanan tradisional. Hal ini sebagai wujud kegotongroyongan dan kebersamaan warga masyarakat. (sip/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads