Prosesi upacara dilakukan sama seperti upacara pada umumnya, namun kali ini lebih sederhana dari segi peralatannya. Tiang bendera menggunakan bambu dan tali dadung. Mikrofon pun cukup disediakan sebuah.
Upacara digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo Foto: Bayu Ardi Isnanto |
Para peserta yang mengenakan seragam komunitas maupun kostum daur ulang sampah, mengikuti jalannya upacara dengan khidmat. Debu dan bau dari sampah yang menggunung tak membuat semangat nasionalisme mereka luntur.
Sebagai pembina upacara, tokoh Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengingatkan masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan membuat perubahan positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upacara peringatan HUT ke-72 RI di Surakarta. Foto: Bayu Ardi Isnanto |
Koordinator kegiatan, Denok Marti Astuti, mengatakan saat ini Indonesia sudah tidak dijajah oleh bangsa lain. Namun justru masyarakat lah yang menjajah Indonesia dengan 'memproduksi' sampah setiap hari.
"Setiap hari ada 300 ton sampah masuk ke TPA Putri Cempo. Harapannya sampah-sampah ini bisa dikurangi. Yang menjajah itu sekarang kita sendiri," ungkap Denok usai upacara.
Bau sampah yang menyengat tak mengurangi khidmatnya upacara ini. Foto: Bayu Ardi Isnanto |
"Sekarang sudah ada 105 bank sampah di Solo. Idealnya satu RW ada satu bank sampah. Harapannya nanti paling tidak bisa mengurangi sampah hingga 30 persen," ujar dia. (sip/sip)












































Upacara digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo Foto: Bayu Ardi Isnanto
Upacara peringatan HUT ke-72 RI di Surakarta. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Bau sampah yang menyengat tak mengurangi khidmatnya upacara ini. Foto: Bayu Ardi Isnanto