Pegiat Lingkungan Solo Gelar Upacara HUT RI di Atas Gunung Sampah

Pegiat Lingkungan Solo Gelar Upacara HUT RI di Atas Gunung Sampah

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 17 Agu 2017 10:35 WIB
Pegiat Lingkungan Solo Gelar Upacara HUT RI di Atas Gunung Sampah
Upacara peringatan HUT ke-72 RI di atas gunungan sampah. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Solo - Puluhan pegiat lingkungan di Kota Solo menggelar upacara bendera di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo. Upacara diikuti oleh 20 kelompok bank sampah dan komunitas.

Prosesi upacara dilakukan sama seperti upacara pada umumnya, namun kali ini lebih sederhana dari segi peralatannya. Tiang bendera menggunakan bambu dan tali dadung. Mikrofon pun cukup disediakan sebuah.
Upacara digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, SoloUpacara digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo Foto: Bayu Ardi Isnanto

Para peserta yang mengenakan seragam komunitas maupun kostum daur ulang sampah, mengikuti jalannya upacara dengan khidmat. Debu dan bau dari sampah yang menggunung tak membuat semangat nasionalisme mereka luntur.

Sebagai pembina upacara, tokoh Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengingatkan masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan membuat perubahan positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"72 tahun yang lalu, para pejuang memerdekaan Indonesia tanpa tendensi apapun kecuali ingin merdeka. Kita semua harus berpikir, apa yg harus kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan. Tidak perlu menunggu orang lain untuk berbuat, perubahan itu dari diri sendiri," ujar dia, Kamis (17/8/2017).
Upacara peringatan HUT ke-72 RI di Surakarta. Upacara peringatan HUT ke-72 RI di Surakarta. Foto: Bayu Ardi Isnanto


Koordinator kegiatan, Denok Marti Astuti, mengatakan saat ini Indonesia sudah tidak dijajah oleh bangsa lain. Namun justru masyarakat lah yang menjajah Indonesia dengan 'memproduksi' sampah setiap hari.

"Setiap hari ada 300 ton sampah masuk ke TPA Putri Cempo. Harapannya sampah-sampah ini bisa dikurangi. Yang menjajah itu sekarang kita sendiri," ungkap Denok usai upacara.
Bau sampah yang menyengat tak mengurangi khidmatnya upacara ini.Bau sampah yang menyengat tak mengurangi khidmatnya upacara ini. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mendorong pegiat bank sampah untuk terus aktif berkegiatan. Menurut Denok, adanya bank sampah selama ini mampu mengurangi sampah di TPA Putri Cempo hingga 15 persen.

"Sekarang sudah ada 105 bank sampah di Solo. Idealnya satu RW ada satu bank sampah. Harapannya nanti paling tidak bisa mengurangi sampah hingga 30 persen," ujar dia. (sip/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads