Ngotoko, Dusun Terpencil di Rembang

Ngotoko, Dusun Terpencil di Rembang

Arif Syaefudin - detikNews
Rabu, 16 Agu 2017 18:30 WIB
Ngotoko, Dusun Terpencil di Rembang
Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Ngotoko adalah salah satu dusun terpencil di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pembangunan infrastruktur seperti jalan desa belum dilakukan sehingga warga kesulitan untuk mobilitasnya.

Dukuh Ngotoko masuk Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang. Wilayah berbatasan dengan Kabupaten Blora. Dari Kota Rembang menuju Desa Pasedan berjarak sekitar 20 km. Sedangkan dari Desa Pasedan menuju Dukuh Ngotoko berjarak 4 km. Akses menuju dukuh tersebut sulit dijangkau dan terpencil karena berada di wilayah Perhutani KPH Mantingan.

Untuk menuju lokasi Dukuh Ngotoko, setidaknya warga harus menembus hutan. Kondisi jalan masih berupa tanah dan bebatuan, ditambah lagi kondisi penerangan yang masih minim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Desa Pasedan, Kusman mengatakan sulitnya akses menuju Dukuh Ngotoko mengakibatkan mobilitas warga terhambat. Terlebih saat turun hujan, membuat akses menuju Dukuh Ngotoko semakin parah karena jalan berlumpur.

Dia menceritakan beberapa waktu lalu sebuah mobil mengantarkan warga akan melahirkan. Saat itu, mobil tidak kuat menanjak di jalan perbukitan yang terjal. Puluhan warga ikut membantu mendorong, hingga akhirnya sang ibu melahirkan di tengah perjalanan. Beruntung sang bayi lahir dengan kondisi yang sehat.

"Yang membuat sulitnya pembangunan infrastruktur di sini karena jalan penghubung antara Desa Pasedan menuju Dukuh Ngotoko masih milik Perhutani. Wilayah itu masuk wilayah KPH Mantingan. Jika dibangun dengan dana desa jelas menyalahi aturan," katanya.

Untuk membuka akses itu, ia mengaku telah mengusulkan pembangunan jalan penghubung tersebut melalui program TMMD. Namun sampai saat ini masih menunggu kesepakatan dari pihak Perhutani.

Dia menambahkan beberapa murid sekolah juga harus menempuh jarak yang cukup jauh dari rumah menuju sekolah. Sebab di Dukuh Ngotoko tidak ada sekolah dan harus menuju desa atau dusun lain kalau bersekolah.
"Belasan siswa SD, setiap hari harus berjalan kaki menembus hutan untuk berangkat sekolah," katanya.

Menurutnya di Ngotoko ada 68 KK. Sebagian besar warga bekerja sebagai petani atau berladang. Saat ini sudah masuk jaring listrik. "Tiga tahun lalu belum ada listrik," imbuhnya.

Selain akses yang masih sulit, di lokasi tersebut masih sulit dijangkau jaringan telepon seluler. Untuk berkomunikasi dengan orang luar daerah, warga harus berkumpul di salah satu tempat untuk bisa mendapatkan sinyal telepon.

"Warga sudah banyak yang punya HP, tapi sinyalnya yang masih sulit. Biasanya warga ke rumah yang bisa dapat sinyal bagus. Itu di luar dusun," tutup Kusman. (bgs/bgs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini