DetikNews
Selasa 15 Agustus 2017, 16:01 WIB

Berbaju Koko dan Berpeci, Ini Para Tersangka Baru Kasus Mapala UII

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Berbaju Koko dan Berpeci, Ini Para Tersangka Baru Kasus Mapala UII Para tersangka baru kasus Mapala UII di Mapolres Karanganyar di acara jumpa pers hari ini. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Karanganyar - Untuk kali pertama, polisi menghadirkan para tersangka baru kasus dugaan kekerasan dalam Diksar Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) di hadapan publik. Dalam acara jumpa pers di Mapolres Karanganyar, hadir lima dari enam orang tersangka.

Mengenakan baju koko dan peci, lima tersangka, TN, HS, TAR, DK dan RF hadir dalam jumpa pers dengan tangan diborgol. Kelimanya menutup wajah dengan masker.

Sedangkan satu tersangka lainnya, NAI tidak ikut dalam acara itu meskipun berada di Mapolres Karanganyar. NAI tidak dihadirkan karena alasan kesehatan.

Berkas penyidikan mereka sudah rampung pada 4 Agustus 2017 lalu.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan berkas akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar untuk segera ditindaklanjuti.

"Berkas telah dinyatakan lengkap. Hari ini kami serahkan ke kejaksaan. Barang-barang bukti dan para tersangka juga kami limpahkan ke kejaksaan," ujarnya di Mapolres Karanganyar, Selasa (15/8/2017).

Para tersangka sempat ditahan di Mapolres Karanganyar selama hampir 90 hari untuk menjalani penyidikan. Berkas sempat dua kali dikembalikan oleh Kejari Karanganyar sebelum dinyatakan lengkap.

Dari keenam tersangka, TN, HS, TAR, DK, RF dan NAI, polisi menyita beberapa barang bukti, yakni sepasang sepatu gunung, seragam operasional saat diksar, seragam Mapala UNISI, ikat pinggang dan tali perusik.

"Enam tersangka dalam kapasitas berbeda terkait perbuatannya, akan diuji di sidang pengadilan terkait tindak kekerasan secara bersama-sama. Khususnya terhadap fokus tiga korban meninggal dunia sebelumnya," ujarnya.

Mereka dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun. Mereka juga dijerat Pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP dan Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Polres Karanganyar sebelumnya telah menetapkan dua tersangka terlebih dahulu. Keduanya diduga melakukan penganiayaan hingga menyebabkan kematian tiga orang peserta diksar tewas, Muhammad Fadhli, Syaits Asyam dan Ilham Nur Padmy. Dua orang tersebut yaitu Wahyudi dan Angga Septiawan yang kini sedang menjalani proses persidangan di PN Karanganyar.
(sip/sip)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed