Melihat Nekatnya Warga saat Melintasi Jembatan Miring di Bantul

Edzan Raharjo - detikNews
Selasa, 15 Agu 2017 09:40 WIB
Warga nekat melintasi jembatan ini meski sudah dilarang. Foto: Edzan Raharjo
Bantul - Jembatan miring di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi perhatian netizen. Meski sudah ada tanda larangan, masih banyak warga yang nekat melintasinya.

Jembatan ini berada di atas sungai Opak yang mengubungkan Dusun Nangsri, Desa Srihardono dengan Dusun Nambangan, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong. Di jembatang tersebut jelas terpasang tulisan, "Peringatan!!! Jembatan Rusak Dilarang Melintas".

Tanda larangan melintas yang sudah dibongkar warga. Tanda larangan melintasi jembatan. Foto: Edzan Raharjo
Namun saat detikcom menyambangi jembatan itu ramai dengan warga melintasinya terutama pada pagi dan sore hari. Bahkan di antara mereka mengendarai sepeda motor dengan membawa muatan yang tak sedikit.

Salah seorang warga yang sering melalui jembatan itu, Ari (31) menceritakan bahwa jembatan ini pernah ditutup dan tidak boleh digunakan. Bahkan pernah diberi garis polisi.

Tetapi tanda larangan tersebut dibuka paksa oleh warga dan tetap dilintasi.

Menurut warga, jembatan ini dibangun sekitar tahun 2004. Saat itu jembatan dibangun dari ujung barat ke timur dengan bangunan beton.

Namun, pada saat erupsi Gunung Merapi 2010 jembatan ini dihantam banjir lahar dingin berkali-kali sehingga jebol. Kemudian dibuat jembatan darurat sampai sekarang yang berupa jembatan gantung.

Sehingga yang ada sekarang, jembatan dari ujung barat masih dipertahankan bangunan betonnya dan kemudian disambung di tengah dengan jembatan gantung hingga ke ujung sebelah timur. Jembatan gantung inilah yang kondisi tiangnya miring.

Lebar jembatan ini hanya bisa untuk satu kendaraan, tak bisa berpapasan. Sehingga harus menunggu dari ujung barat atau timur melintas lebih dulu. Melintas di atas jembatan ini terasa menakutkan jika belum terbiasa. Karena jembatan ini bergoyang saat dilalui dengan diringi suara deritan bambu dan kayu yang keras.
Warga nekat melintasi jembatan miring di Bantul. Warga nekat melintasi jembatan miring di Bantul. Foto: Edzan Raharjo


"Kalau lewat ya goyang-goyang, apalagi pas ada angin atau bawa barang," cerita Ari.

Warga lainnya, Wiji (55) mengaku nekat melintasi jembatan ini karena harus menempuh jarak yang lebih jauh.

"Kalau seperti ini memang berbahaya, tapi ya warga nekat. Soalnya kalau tidak lewat sini harus muter jauh," kata Wiji.



(sip/sip)