DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 15:43 WIB

Sering Diejek, Bocah Tanpa Anus ini Tidak Mau Sekolah

Imam Suripto - detikNews
Sering Diejek, Bocah Tanpa Anus ini Tidak Mau Sekolah Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Seorang pelajar SD kelas tiga di Brebes, Anton Rayhan Maulana (11) yang hidup dengan anus buatan tidak mau bersekolah lagi. Pasalnya beberapa temannya sering mengejeknya sehingga membuat malu atau minder.

Siswa asal Desa Jagapura, Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini terpaksa keluar dari sekolah. Orang tua mengaku kasihan melihat kondisi anaknya..

Saat ini Rayhan hanya menghabiskan waktunya di rumah bersama orang tua. Dia tidak mau bersekolah karena minder tidak memiliki anus. Sejak lahir, dokter membuatkan anus buatan di bagian perut untuk mengeluarkan kotoran. Karena sering diejek teman sekolah, Rayhan memutuskan keluar dari sekolah.

Ibu Rayhan, Rodiyah menjelaskan, anaknya hidup dengan anus buatan di perut sejak masih bayi. Saat baru lahir, Rayhan tidak memiliki lubang dubur untuk keluarnya kotoran. Kotoran bayi saat itu keluar melalui mulut. Tim dokter yang menangani kemudian melakukan operasi dengan membuat anus buatan pada bagian perut.

Tim dokter menyarankan agar anak ini menjalani operasi pembuatan lubang anus maksimal usia 1 tahun. Namun karena tidak adanya biaya, maka kondisi ini dibiarkan berlarut larut hingga Rayhan berumur 11 tahun.

"Saya sudah bujuk agar mau sekolah lagi, namun anaknya tidak mau. Karena sering diejek karena menimbulkan bau," ujar Rodiyah saat ditemui di rumahnya Minggu (13/8/2017) siang.

Dia berharap Rayhan bisa kembali normal seperti anak lainnya. Kondisi yang menimpa Rayhan ini menarik perhatian dari berbagai pihak.

Saat ini ada beberapa donatur yang siap membantu proses pengobatan di RS dr Kariadi, Semarang. Bantuan pengobatan bagi Rayhan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Brebes.

Bupati Brebes Idza Priyanti juga mengunjungi rumah keluarga Rayhan. Dia membujuk agar Rayhan mau kembali ke sekolah.

"Saya prihatin karena anak ini sampai tidak mau sekolah. Tadi saya sudah bujuk besok biar mau sekolah," katanya.

Pemkab juga akan membantu agar proses pengobatan ini bisa ditangai melalui BPJS.

Rayhan adalah anak ke tujuh dari delapan bersaudara pasangan Tarjo dan Rodiyah. Mereka dari keluarga kurang mampu dan hanya menempai rumah sederhana dari anyaman bambu.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed