DetikNews
Sabtu 12 Agustus 2017, 10:29 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Runway Bandara Miangas akan Diperpanjang

Usman Hadi - detikNews
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Runway Bandara Miangas akan Diperpanjang Bandara Miangas (Foto: Pool/Kementerian Perhubungan)
Gunungkidul - Landasan pacu Bandara Miangas di Sulawesi Utara direncanakan akan diperpanjang. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah terluar bagian utara Indonesia tersebut. Hingga saat ini bandara tersebut masih belum bisa didarati pesawat kargo.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Bandara Melonguane, Fanani Zuhri, mengatakan Pemerintah berencana memperpanjang runway atau landasan pacu Bandara Miangas. Kajian AMDAL akan dilakukan pada tahun 2018 dan diharapkan pembangunan bisa mulai berjalan tahun 2019.

Sebagaimana diketahui UPBU Bandara Melonguane membawahi Bandara Miangas, sehingga pengelolaan badara di kawasan yang berbatasan langsung dengan Philipina itu berada dalam pengawasannya.

Fanani menambahkan, saat ini Bandara Miangas memiliki runway 1.400 meter, rencananya di tahun 2019 runway diperpanjang menjadi 1.600 meter. Runway tersebut akan dibangun dengan mereklamasi pantai dari pulau terluar tersebut.

"Sudah bisa didarati pesawat ATR 72-500/600 dan Hercules. Saat ini baru Maskapai Wings Air yang melayani penerbangan dengan rute Manado-Melong-Miangas. Jadwal penerbangannya sekali sepekan. Kita sudah meminta Wings Air menambah frekuensi menjadi dua kali dalam sepekan," ujar Fanani di Gunungkidul, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Fanani, dengan kehadiran Bandara Miangas sejumlah proyek infrastruktur di pulau terluar ini mulai berjalan. Namun diakui, harga kebutuhan pokok di pulau tersebut belum begitu terpengaruh. "Harga-harga kebutuhan pokok di Miangas belum berpengaruh, karena belum ada pesawat kargo bisa mendarat," ujarnya.

Tokoh masyarakat di Miangas, Hibor Arunda'a, menambahkan setelah dibangun bandara di pulau yang hanya berjarak 92 kilometer dari Filipina itu, saat ini mulai ada perubahan signifikan di masyarakat. Jika dulunya warga sangat bergantung pada transportasi laut, sekarang warga mulai beralih ke pesawat.

"Keadaan kehidupan masyarakat di Pulau Miangas ada perubahan, khususnya soal transportasi. Karena dulunya masyarakat Miangas hanya pakai kapal laut, itu pun sering ada keterlambatan. Bahkan kapalnya tidak sampai Miangas," ungkapnya.

Masyarakat Pulau Miangas saat ini terdiri dari 213 kepala keluarga, dengan total jumlah penduduk 802 jiwa yang terdiri dari 387 laki-laki dan 415 perempuan.

Salah satu tokoh nelayan Miangas, Petrus Mambu, menerangkan Bandara Miangas telah menggerakkan perekonomian dan pembangunan infrastruktur mulai menggeliat karena mobilitas warga tak lagi terbatas. "Perekonomian masyarakat Pulau Miangas bisa meningkat," ujar Petrus.

Fanani, Hibor dan Petrus datang ke Gunungkidul untuk menghadiri kegiaatan 'Sinergi Membangun Bangsa', di Bangsal Sewokoprojo Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan oleh Kemenhub.

Hadir pula Acara Bupati Puncak, Provinsi Papua, Willem Wandik. Daerah tersebut terdapat Bandara Ilaga yang keberadaannya sangat vital sebagai penyambung dengan daerah lainnya.

Pengalaman pengelolaan Bandara Miangas dan Ilaga ini diharapkan bisa ditiru daerah lain dalam dua daerah ini dalam upaya mensinergikan pembangunan.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed