Droping air bersih dilakukan oleh Polres Banjarnegara hari ini, Jumat (11/8/2017). Warga Dusun Bulukuning, setelah air sumur mengering, sebagian besar mengambil air di mata air sungai yang jauh dari pemukiman serta harus naik turun bukit.
Saat bantuan datang, warga berdesak-desakan dan tidak sabar untuk mendapatkan air. Warga yang sebagian besar ibu-ibu itu membawa jeriken dan ember. Agar mendapat air bersih lebih banyak, mereka membawa 2-4 jeriken atau ember yang kemudian dipikul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini saya membawa dua jeriken dan 4 ember. Biasanya kalau ambil air bersih di sungai yang jaraknya cukup jauh," kata Naritem warga Dusun Bulukuning.
Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei mengatakan pihaknya membawa dua tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5 ribu liter. Ia mengaku tergerak hatinya usai mengetahui jika di Banjarnegara sudah banyak warga yang membutuhkan air bersih.
"Kami langsung menghubungi tangki air milik PDAM untuk melakukan droping air bersih," kata dia di Dusun Bulukuning, Jumat (11/8/2017).
Menurutnya musim kemarau masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Dia menginstruksikan agar semua polsek yang ada di Banjarnegara untuk melakukan dropping air terutama untuk wilayah yang mengalami kekeringan.
"Droping ini akan rutin kami lakukan melalui Polsek yang ada di Banjarnegara. Karena kemungkinan saat ini belum masuk puncak musim kemarau," kata dia.
Camat Purwanegara Kabupaten Banjarnegara Muhammad Latiful Fadli menambahkan di wilayah Purwanegara ada lima desa yang mengalami kekeringan, yakni, Desa Kaliajir, Kalitengah, Petir, Merden dan Pucung Bedug.
"Sumber air yang masih keluar air, jaraknya jauh. Satu-satunya solusi adalah droping air," ungkapnya. (bgs/bgs)











































