Triyono mengembalikan formulir pendaftaran di kantor DPD PDIP Jateng, Jalan Brigjen Katamso, Semarang tidak membawa rombongan kesenian seperti pendaftar lainnya. Ia hanya membawa pendukung dan keluarga sebanyak sekitar 100 orang. Dia mengaku ingin mengabdikan diri ke Jawa Tengah.
"Kami hanya bawa 100 orang karena jauh. Berangkat jam 08.00 sampai Semarang jam 13.00 terus makan dulu," kata Triyono, Kamis (10/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak gubernur karena diukur kemampuan. Kan kemampauannya macam-macam. Sesuaikan dengan kemampuan, di samping kemampuan, kami ingin berpolitik dengan etika," tandasnya.
Terkait elektabilitas, Triyono mengaku terkejut ketika namanya masuk dalam survey 20 tokoh berpotensi bakal calon gubernur Jateng 2018 yang dilakukan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia.
"Pada survei bulan Juli terjaring 20 tokoh yang pantas jadi Gubernur Jateng. Kami berada di posisi kedua. Kami tadinya tahu siapa yang melakukan survei," pungkas ayah 3 anak itu.
Ia menambahkan, sudah menyiapkan visi misi dan target program pembangunan Jawa Tengah. Ia menyoroti perbangunan di Jateng harus merata, tidak hanya infrastruktur namun juga manusianya dalam hal ini lapangan pekerjaan.
"Visi kami membangun Jawa Tengah yang mandiri dan berdaya saing menuju masyarakat sejahtera yang berakhlak mulia," tegas Triyono.
Menurutnya pembangunan infrastruktur itu penting. "Kalaudi desa jalan bagus, terang, tapi setengah warganya belum kerja, kan bagaimana," imbuhnya.
Pengembalian formulir yang dilakukan Triyono menjadi yang terakhir hari ini. Jadwal terakhir pengambilan formulir pendaftaran dan pengembalian adalah hari Jumat (11/8) besok. Sejumlah pendaftar akan bergantian mengembalikan formulir termasuk incumbent.
(alg/bgs)











































