DetikNews
Kamis 10 Agustus 2017, 15:13 WIB

Pasca Operasi, Pengidap Hydrocephalus Ini Butuh Bantuan

Wikha Setiawan - detikNews
Pasca Operasi, Pengidap Hydrocephalus Ini Butuh Bantuan Muhammad Farir Khasan pengidap hydrocephalus di Kudus. Foto: Wika Setiawan
Kudus - Meski sudah berusia enam tahun, Muhammad Farir Khasan tidak dapat berkembang secara normal selayaknya anak seusianya. Putra kedua pasangan Fahrudin (42) dan Maryati (37) ini mengidap hydrocephalus sejak dalam kandungan.

Tiap hari, ia hanya terbaring di atas ranjang yang memang dirancang khusus oleh kedua orangtuanya. Hingga kini, warga Desa Singocandi RT 5 RW 2 Kecamatan Kudus Kota masih mengharap uluran tangan untuk biaya pengobatan, meski sudah menjalani operasi.

"Usaha sudah dilakukan dan sudah dioperasi. Itu dari biaya sendiri. Dan, saat ini harus kontrol secara berkala di rumah sakit di Semarang," kata Maryati, Kamis (10/8/2017).

Menurutnya, pasca operasi empat bulan lalu, ia masih membutuhkan banyak biaya untuk kontrol kondisi kesehatan buah hatinya itu. Kendati demikian, ia tidak menyebut biaya yang dikeluarkan untuk operasi.

"Kontrol dilakukan satu bulan sekali, dan tiap kontrol membutuhkan biaya Rp 1 juta. Ini sangat berat bagi kami," keluh dia.

Ia menceritakan, anaknya mengidap kelainan sejak masih dalam kandungan. Waktu itu, katanya, dirinya mengetahui kondisi janinnya mengalami kelainan setelah diperiksa Ultrasonography (USG) di usia delapan bulan kandungan.

Proses kelahiran si bungsu juga harus melalui operasi. Mulai saat itu, pengobatan demi pengobatan dilakukan demi kesembuhan sang anak.

"Hanya sekali mendapatkan bantuan waktu dia (anaknya) lahir, yaitu berupa susu formula 400 gram dua kali dari pemerintah desa," imbuhnya.

Saat ini, katanya, kondisi kepala si anak tak lagi mengalami pembesaran pasca operasi di RS Elizabeth Semarang.

Akibat penyakit yang diidap, sang anak sering mengalami panas, kejang bahkan hingga pingsan.

"Pernah gara-gara panas, sampe kejang parah akhirnya dibawa ke RSUD, waktu itu ada pengantar surat keterangan tidak mampu dari desa, namun tidak berlaku. Akhirnya opname selama 10 hari ya bayar sendiri," tandasnya.
(sip/sip)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed