DetikNews
Kamis 10 Agustus 2017, 12:56 WIB

Aiptu Wahudin, Sukses Berdayakan Masyarakat dengan Sapi Perah

Robby Bernardi - detikNews
Aiptu Wahudin, Sukses Berdayakan Masyarakat dengan Sapi Perah Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan - Banyak pemuda putus sekolah dan warga yang menganggur akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi keprihatinan Aiptu Wahudin. Anggota Babinsa Polsek Tirto, Polres Pekalongan Kota, Jawa Tengah itu berpikir agar warga di desa binaannya bisa bekerja.

Lima tahun lalu, bermodal pas-pasan dan pengetahuan ternak yang dimilikinya, dia memberanikan diri mulai merintis usaha sapi perah di Desa Karangjumpo, Kecamatan Tirto. Dia memanfaatkan lahan nganggur seluas setengah hektar untuk menjadi tempat usaha sapi perah. Lokasi pemerahan sapi juga jauh dari pemukiman warga sehingga tidak menganggu.

"Awalnya, saya melihat banyak pengangguran dan korban PHK pabrik di desa sini. Saya mencoba membuka peluang usaha lima tahun yang lalu, dengan 2 ekor sapi perah," kata Wahudin di rumahnya, Kamis (10/8/2017).

Dia mengatakan ide membuka peluang usaha sapi perah ini, berawal saat dirinya mengalami kesulitan untuk mendapatkan susu sapi murni, di Kota Pekalongan. Pelan-pelan usahanya berhasil hingga menembah beberapa ekor sapi.

Dari satu karyawan lanjut dia, kemudian menambah beberapa karyawan. Setelah lima tahun berjalani, sapi perah yang dimiliki kini menjadi 12 ekor. Dia juga mempunyai 4 ekor sapi potong.Total ada 16 ekor sapi di tempatnya.

"Alhamdulillah, dari dua sapi kini menjadi 12 ekor sapi perah ditambah 4 ekor sapi potong. Dari 2 karyawan kini sudah ada 14 karyawan dengan tugas masing-masing," katanya.

Dia mengatakan keempat belas karyawan ini mempunyai tugas sendiri-sendiri. Empat karyawan bekerja di dalam kandang sapi, baik pemeliharaan sapi dan kandang, memerah susu sapi, hingga pembungkusan susu sapi. Sedangkan 10 karyawan lainnya bertugas di luar kandang yakni sebagai pengantar susu sapi ke sejumlah daerah dari Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan hingga Kabupaten Batang.

"Meski hasil dari susu sapi hanya untuk konsumen lokal, namun dapat memberdayakan masyarakat dengan kegiatan ekonomi," kata suami Duhita Yekti Darpitasari itu.

Untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi miliknya, dia juga memanfaatkan limbah pembuatan tempe dan ampas tahu dari perajin di sekitar Pekalongan.

Setiap harinya, sapi miliknya mampu menghasilkan sekitar 130 liter. Susu sapi murni dijual dengan harga Rp 7 ribu/liter. Hasil penjualan susu tersebut sudah mampu menghidupi 14 karyawannya.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Wahudin itu juga mendapatkan apresiasi yang tinggi dari atasannya Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enriko Sugiharto Silalahi.

"Dia polisi teladan. Apa yang kerap kita arahkan sebagai polisi yang berguna dan selalu mengabdi pada masyarakat, benar-benar dilakukan dan menjadi contoh yang baik," kata Enriko.
  • Aiptu Wahudin, Sukses Berdayakan Masyarakat dengan Sapi Perah
    Foto: Robby Bernardi/detikcom
  • Aiptu Wahudin, Sukses Berdayakan Masyarakat dengan Sapi Perah
    Foto: Robby Bernardi/detikcom
  • Aiptu Wahudin, Sukses Berdayakan Masyarakat dengan Sapi Perah
    Foto: Robby Bernardi/detikcom

(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed