"Saya apresiasi, terimakasih kepada pak Rektor UIN Sunan Kalijaga. Karena Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara ini menjadi yang pertama di universitas Islam," kata Zulkifli Hasan seusai acara di Gedung Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (9/8/2017).
Oleh sebab itu dia mengaku mendukung penuh keberadaan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara tersebut. Apalagi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat ini harus berperan, dalam menjaga Pancasila dari berbagai rongrongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan perdebatan tentang definisi Pancasila seharusnya selesai. Diskusi-diskusi yang ada diharapkan lebih membahas strategi untuk memajukan Indonesia, apalagi negara ini sudah tertinggal dari negara lainnya.
"Karena sudah selesai diskusinya, diskusi kita seharusnya tentang bagaimana Indonesia maju dan berjaya, kan begitu. Pancasila itu nomor satu, oleh karena itu jangan dipakai buat stempel orang," tambahnya.
Menurut dia pekerjaan rumah yang harus dilakukan bangsa ini sekarang adalah bagaimana merealisasikan Pancasila. Pancasila benar-benar diterapkan dan terjiwai dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.
"Yang kita perdebatankan seharusnya bagaimana Pancasila itu menjadi kenyataan. Kenyataan untuk kehidupan sehari-hari, kenyataan dalam ekonomi, kenyataan dalam melahirkan undang-undang, melahirkan peraturan, itu yang masuk dalam pembahasan kita," pungkas dia. (bgs/bgs)











































