Ketua MPR Bangga Ada Universitas Islam Punya Pusat Studi Pancasila

Ketua MPR Bangga Ada Universitas Islam Punya Pusat Studi Pancasila

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 09 Agu 2017 15:59 WIB
Ketua MPR Bangga Ada Universitas Islam Punya Pusat Studi Pancasila
Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Zulkifli Hasan mengaku bangga ada universitas Islam yang mempunyai Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara. Pusat studi yang ada di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu adalah yang pertama di universitas Islam di Indonesia.

"Saya apresiasi, terimakasih kepada pak Rektor UIN Sunan Kalijaga. Karena Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara ini menjadi yang pertama di universitas Islam," kata Zulkifli Hasan seusai acara di Gedung Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (9/8/2017).

Oleh sebab itu dia mengaku mendukung penuh keberadaan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara tersebut. Apalagi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat ini harus berperan, dalam menjaga Pancasila dari berbagai rongrongan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami dukung penuh. Saya kira memang UIN lah yang harus di depan, untuk menjawab teman-teman kita yang masih bertanya-tanya tentang Pancasila," ungkapnya.

Dia mengatakan perdebatan tentang definisi Pancasila seharusnya selesai. Diskusi-diskusi yang ada diharapkan lebih membahas strategi untuk memajukan Indonesia, apalagi negara ini sudah tertinggal dari negara lainnya.

"Karena sudah selesai diskusinya, diskusi kita seharusnya tentang bagaimana Indonesia maju dan berjaya, kan begitu. Pancasila itu nomor satu, oleh karena itu jangan dipakai buat stempel orang," tambahnya.

Menurut dia pekerjaan rumah yang harus dilakukan bangsa ini sekarang adalah bagaimana merealisasikan Pancasila. Pancasila benar-benar diterapkan dan terjiwai dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

"Yang kita perdebatankan seharusnya bagaimana Pancasila itu menjadi kenyataan. Kenyataan untuk kehidupan sehari-hari, kenyataan dalam ekonomi, kenyataan dalam melahirkan undang-undang, melahirkan peraturan, itu yang masuk dalam pembahasan kita," pungkas dia. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads