Sekolah Milik NU di Boyolali Tetap Masuk 6 Hari

Sekolah Milik NU di Boyolali Tetap Masuk 6 Hari

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 08 Agu 2017 14:59 WIB
Sekolah Milik NU di Boyolali Tetap Masuk 6 Hari
Foto: istimewa
boyolali - Lembaga Pendidikan Ma'arif Cabang Boyolali, secara tegas menolak penerapan program 5 hari sekolah. Sebanyak lima sekolah di bawah lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama (NU), yang berada di wilayah Boyolali, pun selama ini tidak menerapkan kebijakan tersebut.

Ketua Pimpinan Cabang Ma'arif Boyolali, Gunanto, mengatakan sekolah setingkat SLTA di Boyolali yang berada dibawah Ma'arif, tidak ada yang menerapkan kebijakan 5 hari sekolah. Sampai saat ini, sekolah-sekolah tersebut masih melaksanakan 6 hari sekolah.

"Sebenarnya jadwal sudah terlanjur lima (dibuat untuk 5 hari sekolah), tapi ya saya sampaikan karena institusi tertinggi Pengurus Besar-nya menolak, ya kami harus ikuti," ujar Gunanto, Selasa (8/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, di wilayah Boyolali terdapat 7 sekolah setingkat SLTA yang berada dibawah naungan Ma'arif. Yakni dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan lima Madrasah Aliyah (MA).

"Jadi semua tetap 6 hari sekolah. Sekolah Ma'arif di Boyolali tidak ada yang 5 hari sekolah," tandasnya.

Senada Ketua Pimpinan Cabang (PC) NU Boyolali, Masruri, meminta kebijakan 5 hari sekolah tersebut untuk dikaji lagi. Dia tidak menolak secara langsung, namun mengusulkan untuk dicuji coba dulu kebijakan itu.

"Terserah teman-teman mau menolak atau menerima monggo. Khusus di Boyolali, kalau mau menerapkan ya lebih baik diuji coba dulu selama satu semester dulu. Nanti dikaji bersama-sama, yang dirugikan mana. Apakah dengan 5 hari sekolah itu anaknya semakin cerdas, apa semakin tidak. Itu kan harus dihitung juga," kata Masruri.

Dia mengatakan, NU di Boyolali memiliki ratusan sekolah. Bahkan ada yang menerapkan full day school, namun tetap 6 hari sekolah. Hanya saja, di hari Sabtu hanya sampai siang hari.

"Kami (NU) punya sekolah SMK, SMK Karya Nugraha. Dengan 6 hari sekolah saja pulangnya sudah jam 4 sore (pukul 16.00 WIB), kalau itu dikurangi satu hari, terus pulangnya jam berapa? Lebih malam lagi dan itu semakin membebani orang tua siswa karena harus memberikan uang saku tambah untuk makannya," pungkas dia. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads