Salah satu kios jamu di Semarang tepatnya di Jalan Arteri Soekarno Hatta bernama kios Fernando juga kini mulai kehabisan stok produk Nyonya Meneer. Padahal peminatnya cukup banyak. Bahkan ada yang sudah 2 bulan habis stoknya.
"Paling laris itu Singkir Angin, sudah habis sekarang, padahal banyak yang cari," kata pemilik kios jamu itu, Igram, saat dikunjungi detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kakak yang kulakan (membeli) di pasar. Sudah enggak ada (produk Nyonya Meneer)," ujarnya.
Hal senada diungkapkan pemilik kios jamu lainnya di daerah Pedurungan, Indah. Sudah hampir setahun produk Nyonya Meneer sulit didapatkannya. Bahkan beberapa produk tidak bisa lagi ditukar atau dijual karena kadaluwarsa.
"Sudah hampir setahunan ini susah dapat. Banyak pelanggan yang cari jamu Nyonya Meneer," ujar Indah.
Untuk diketahui, Nyonya Meneer dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Kamis (3/8) pekan lalu setelah digugat kreditur asal Sukoharjo, Hendrianto Bambang Santoso. Perusahaan tersebut memiliki pabrik di Semarang dan kini produknya sulit ditemui di daerahnya sendiri. (alg/mbr)