Faiz, salah satu wisatawan asal Pekalongan mengaku kecewa dengan kondisi Telaga Merdada saat ini. Selain bising karena banyak mesin penyedot air, juga banyak pipa air yang malang-melintang di tepi telaga. Tumpahn oli mesin penyedot air kerap mengalir ke telaga sehingga membuat air terlihat keruh.
"Kondisi ini mengganggu pemandangan, apalagi jika ingin berfoto-foto," ungkap Faiz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Air telaga terlihat kehitam-hitaman di beberapa titik. Jika dibiarkan, akan terjadi pencemaran," lanjutnya.
Sementara itu, salah satu petani kentang Muhammad Sabar mengaku terpaksa menggunakan air di Telaga Merdada untuk mengaliri perkebunan kentang. Sebab jika tidak segera disirami tanaman cepat mati. Biasanya, selama penyedotan air bisa menghabiskan 2-3 liter BBM.
"Untuk menyedot air telaga biasanya lima hari sekali," ujar warga Desa Karangtengah Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara itu. (bgs/bgs)











































