Indonesia Negara Terbesar Ketiga dalam Penggunaan Energi Panas Bumi

Indonesia Negara Terbesar Ketiga dalam Penggunaan Energi Panas Bumi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 05 Agu 2017 16:30 WIB
Indonesia Negara Terbesar Ketiga dalam Penggunaan Energi Panas Bumi
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
sukoharjo - Indonesia merupakan negara terbesar ketiga dalam pemanfaatan energi panas bumi. Pemanfaatannya hingga saat ini mencapai 1.800 Mega Watt (MW).

Hal tersebut mengemuka dalam kuliah umum Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Gedung Siti Walidah Univesitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), di Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (5/8/2017).

"Yang sudah dimanfaatkan 1.800 MW, itu jadi listrik. Dan kalau ditanya sudah nomor berapa? Ini nomor tiga di dunia, setelah Amerika Serikat 3.500 MW dan Filipina 2.200 MW," ujar Jonan di hadapan puluhan dosen dan ratusan mahasiswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia meyakini dalam lima tahun ke depan, Indonesia dapat menjadi negara dengan pemanfaatan energi panas bumi terbesar di dunia.

"Kalau program dijalankan terus, dalam 5 tahun sampai 2022 itu kita akan menjadi nomor satu. Kalau kita lihat plannya Amerika, rencananya Filipina, mungkin kita nomor satu, mungkin 3.600 MW," katanya.

Sedangkan jika dilihat dari potensinya, Indonesia merupakan negara dengan kandungan panas bumi terbesar kedua di dunia, di bawah Amerika Serikat. Berdasarkan survei seismik, lanjut Jonan, kandungan panas bumi Indonesia mencapai 29,5 Giga Watt.

Kementerian ESDM saat ini terus mengeksplorasi daerah yang memiliki potensi energi panas bumi. Gunung Lawu yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah dan berbatasan dengan Jawa Timur, juga menjadi salah satu target pengembangan.

"Belakangan, mungkin karena faktor keuangan atau faktor kemampuan teknologi, jadi agak berhenti. Sekarang kalau tidak salah sudah dikembalikan ke pemerintah. Dan kita akan lelang lagi atau kita tugaskan kepada PLN untuk segera dikerjakan," ungkapnya.

Mengenai penolakan dari masyarakat, pihaknya tidak terlalu menjadikannya kendala. "Penolakan, ya disosialisasikan terus, dijelaskan manfaatnya apa, tantangannya apa," pungkasnya. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads