DetikNews
Kamis 03 Agustus 2017, 12:10 WIB

Gedung BI, Salah Satu Bangunan Bergaya Indis di Yogyakarta

Bagus Kurniawan - detikNews
Gedung BI, Salah Satu Bangunan Bergaya Indis di Yogyakarta Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Yogyakarta - Di Yogyakarta ada banyak bangunan dan rumah bergaya India yang merupakan bangunan peninggalan zaman Belanda. Bangunan-bangunan tersebut masih bisa dijumpai di beberapa tempat.

Salah satunya adalah gedung Bank Indonesia (BI) Yogyakarta di Jl Panembahan Senopati atau di sebelah timur kawasan titik nol kilometer. Tempat lainnya ada di sekitar Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Di Kotabaru ada banyak rumah-rumah peninggalan zaman Belanda yang masih berdiri. Beberapa diantaranya sudah menjadi rumah pribadi dan sebagian lain menjadi kantor atau instansi.

Selain dua tempat itu masih ada bangunan lainnya yakni Gereja Kristen Margomulyo di seberang Para Beringharjo atau di sebelah utara Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta. Gereja tersebut juga merupakan gereja yang dibangun zaman kolonial. Sedangkan yang lain diantaranya Kantor Pos Besar Yogyakarta dan gedung Bank BNI Yogyakarta di Jl Trikora atau di sebelah selatan titik nol.

Gedung Bank Indonesia Yogyakarta awal mulanya adalah sebuah kantor cabang De Javasche Bank Djogdjakarta. Gedung tersebut dibangun sekitar tahun 1879. Pembangunan Kantor Cabang De Javasche Bank Yogyakarta ini merupakan usulan dari Firma Dorrepaal and Co Semarang.

Pada waktu itu perdagangan di Yogyakarta dan sekitar mulai meningkat seiring dengan banyaknya pabrik-pabrik gula yang berdiri di daerah Yogyakarta. Perekonomian meningkat dan perputaran uang juga meningkat.

Kantor Cabang De Javasche Bank di Yogyakarta dengan luas sekitar 300 meter persegi itu terletak di jantung kota. Tidak jauh dari Keraton Yogyakarta, Gedung Agung dan Benteng Vredeburg.

Dari beberapa catatan sejarah, bangunan bergaya Eropa tersebut dibuat oleh arsitek Hulswitt dan Cuypers.

Pada masa Jepang masuk pada tahun 1942 kegiatan operasional bank tersebut terhenti. Kemudian berganti menjadi Nanpo Kaihatsu Ginko yang berfungsi sebagai bank sirkulasi uang di Jawa. Setelah kemerdekaan Kantor Cabang De Javasche Bank beroperasi kembali hingga tahun 1948 saat ibukota RI berada di Yogyakarta. Namun kemudian ditutup saat Agresi Militer Belanda. Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) beroperasi kembali.

Pada 22 maret 1950, kemudian beroperasi lagi. Oleh Presiden Soekarno pada tanggal 22 Maret 1950. Dengan diberlakukannya UU No.11/1953 pada 1 Juli 1953, De Javanche Bank berubah menjadi Bank Indonesia (BI).

Gedung tersebut kemudian menjadi Kantor Cabang Bank Indonesia, Yogyakarta dan mulai 1 Agustus 1996 berubah menjadi Kantor Bank Indonesia (BI) Yogyakarta.

Gedung ini memiliki tiga lantai dengan fungsi yang masing-masing berbeda. Saat ini gedung tersebut selain menjadi galeri juga bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Setelah menenmpati gedung baru di sebelah timurnya, gedung bekas De Javasce Bank itu dibuka untuk umum dan diresmikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 17 Februari 2012.







  • Gedung BI, Salah Satu Bangunan Bergaya Indis di Yogyakarta
    Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
  • Gedung BI, Salah Satu Bangunan Bergaya Indis di Yogyakarta
    Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
  • Gedung BI, Salah Satu Bangunan Bergaya Indis di Yogyakarta
    Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
  • Gedung BI, Salah Satu Bangunan Bergaya Indis di Yogyakarta
    Foto: Bagus Kurniawan/detikcom

(bgs/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed