DCF 2017 akan berlangsung mulai besok tanggal 4 hingga 6 Agustus 2017. Biasanya wisatawan sudah berencana sejak jauh hari sebelumnya. Terbukti penginapan di kawasan dataran tinggi Dieng sudah penuh dipesan sejak empat bulan yang lalu.
Namun, calon pengunjung yang belum sempat memesan penginapan diminta untuk tidak khawatir. Banyak warga di sana yang membuka pintunya untuk wisatawan. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, tergantung pada fasilitas yang disediakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi yang punya rumah tetap di situ, tetapi menempati ruang atau kamar di bagian belakang. Sedangkan kamar utama, kamar anak-anak biasanya disewakan," kata Slamet kepada detikcom Rabu (2/8).
Ia menyebutkan, saat ini per kamar antara Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu. Harga ini memang naik dibanding hari biasa yang berkisar di antara Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per kamar.
Untuk fasilitas, sebagian besar meliputi kasur beserta bantal dan selimut, air minum hangat hingga air hangat untuk mandi.
Sedangkan untuk akses menuju Dieng, setiap tahunnya gelaran ini selalu diwarnai kemacetan panjang. Namun Polres Banjarnegara sudah menyiapkan beberapa aturan dan rencana rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasinya.
Nantinya, jalan menuju Candi Arjuna disterilkan dari parkir baik untuk kendaraan roda dua maupun empat. Selain ruas jalan tersebut, jalan dari pertigaan Bimalukar hingga pertigaan Aswatama juga steril dari parkir.
Pengaturan tersebut dilakukan karena selama ini dengan banyaknya kendaraan yang parkir di tepi jalan menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan.
Kasat Lantas Polres Banjarnegara, AKP Supadi, memaparkan nantinya kendaraan di parkir di kantong-kantong parkir yang telah disediakan. Seperti di parkiran lapangan Rikuwut serta lapangan Pandawa.
Selain larangan parkir di dua ruas jalan tersebut, lanjutnya, juga akan memberlakukan jalan satu arah selama DCF. Namun, jika kondisi lalu lintas tidak begitu ramai, ia akan memberlakukan sistem buka tutup.
Kepada penduduk setempat, Supadi juga meminta agar tidak memarkirkan kendaraannya di halaman rumah, terutama bagi warga yang tinggal di tepi jalan. Sebab, hal tersebut juga dapat memicu kemacetan.
"Lebih baik, bagi warga di sekitar Dieng kalau tidak ada aktivitas ke luar desa sebaiknya memakai kendaraan roda dua. Agar tidak menambah kemacetan," imbaunya saat berbincang dengan detikcom kemarin. (sip/mbr)











































