detikNews
Rabu 02 Agustus 2017, 20:05 WIB

Abad Samudera Hindia, Landasan Sultan HB X Selesaikan Berbagai Hal di DIY

Edzan Raharjo - detikNews
Abad Samudera Hindia, Landasan Sultan HB X Selesaikan Berbagai Hal di DIY Foto: Edzan Raharjo
Yogyakarta - Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam X telah ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2017-2022. Penetapan dilakukan melalui rapat paripurna penetapan DPRD DIY, Rabu(2/8/2017).

Esensi dari tema Abad Samudera Hindia adalah perjumpaan. Abad Samudera Hindia telah melahirkan perjumpaan akbar antar tokoh-tokoh perwakilan negara yang memiliki bibir pantai bersinggungan dengan air laut Samudera Hindia. Hal itu kemudian berujung pada terbentuknya konsensus yang melahirkan asosiasi negara-negara berpesisir Samudera Hindia (IORA-Indian Ocean Rim Association).

Perjumpaan akbar tersebut kemudian diikuti dengan perjumpaan-perjumpaan
lainnya seperti perjumpaan budaya, perjumpaan ekonomi, perjumpaan investasi, perjumpaan pariwisata, perjumpaan pendidikan, serta perjumpaan-perjumpaan lainnya.

Perjumpaan tersebut adalah peristiwa silang budaya, yakni bertemunya dua budaya atau lebih dan membentuk energi baru. Dengan demikian muncul budaya baru yang mengantar masyarakat menuju pada perubahan atau kemajuan.

"Yogyakarta, pada hakekatnya secara geografis, ekonomi, sosiologis, kultural, dan historis ada pada posisi pusat persilangan budaya," kata Sri Sultan HB X saat memaparkan visi misi di DPRD DIY.

Secara eksplisit, esensi dari Abad Samudera Hindia yang akan diletakkan sebagai tema dan payung berpikir dalam perumusan arah pembangunan DIY lima tahun ke depan. Arah pembangunan DIY yakni mengembangkan wilayah Yogyakarta bagian selatan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia Yogyakarta secara keseluruhan, baik yang tinggal di wilayah selatan maupun yang tinggal di wilayah lain di seluruh Yogyakarta.

"Semangat perjumpaan dan silang ekonomi akan diletakkan sebagai strategi kebudayaan untuk mengatasi kesenjangan dan kemiskinan yang masih menggelayut di wilayah Yogyakarta secara keseluruhan," kata Sultan.

Menurutnya wilayah-wilayah pinggiran perlu dimajukan melalui silang infrastruktur wilayah, sehingga interkoneksi antara permukiman-permukiman terpencil dengan pusat-pusat pelayanan masyarakat akan terbangun secara baik, termasuk dengan wilayah-wilayah kabupaten tetangga terutama untuk wilayah-wilayah tersulit karena faktor topografi.

Selain itu, Sultan juga memaparkan program-program lainnya terutama berkaitan dengan budaya, bangsa dan pendidikan/sekolah. Khusus program silang belajar antar sekolah ditujukan untuk sekolah menengah pertama dan sekolah menengah. Program untuk saling kenal antar sekolah sehingga dapat memutus mata rantai tradisi dan sejarah pertikaian atau tawuran antar sekolah tertentu.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com