DetikNews
Rabu 02 Agustus 2017, 19:03 WIB

Pasar Tanggul Solo Diusulkan Sebagai Pasar Ber-SNI

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Pasar Tanggul Solo Diusulkan Sebagai Pasar Ber-SNI Pasar Tanggul Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mengajukan Pasar Tanggul untuk menjadi pasar bersertifikat nasional Indonesia (SNI). Jika terverifikasi, Pasar Tanggul akan menjadi pasar rakyat ke-11 di Indonesia yang ber-SNI.

Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Chandrini Mestika Dewi, mengatakan ada puluhan ribu pasar tradisional di seluruh Indonesia. Namun baru 10 pasar yang memiliki sertifikat SNI.

"Ada 8 pasar di DKI Jakarta. Satu pasar berada di Depok, satu lagi di Temanggung, Jawa Tengah. Mudah-mudahan Solo ini ada yang berstandar nasional," ungkap dia.

Standardisasi dinilai berdasarkan tiga aspek, yakni aspek umum, teknis dan cara pengelolaan pasar. Aspek umum meliputi kenyamanan pasar. Kenyamanan dapat dilihat dari keamanan, lokasi, kebersihan dan kesehatan.

Kemudian aspek teknis meliputi fasilitas-fasilitas umum, seperti zonasi komoditas, akses disabilitas, ruang menyusui, sistem pengolahan air limbah. Terakhir, aspek pengelolaan meliputi tata kelola pasar.

"Yang paling sulit ini masalah SDM (Sumber Daya Manusia) dan biaya. Untuk memenuhi syarat SNI, pemerintah daerah perlu mengeluarkan biaya revitalisasi yang besar," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Surakarta, Subagiyo, mengaku tengah mempersiapkan pasar-pasar di Solo untuk memiliki standar nasional.

"44 pasar tradisional di Solo seluruhnya akan kita revitalisasi secara bertahap. Untuk saat ini baru Pasar Tanggul yang kami ajukan memiliki SNI," ungkapnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed