Keduanya dilaporkan hilang pada Jumat (28/7) sekitar pukul 20.30 WIB.
"Setelah menerima informasi tersebut, kami segera memberangkatkan satu regu Basarnas menuju lokasi kejadian untuk mencari korban. Pagi ini tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian korban," kata Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono, dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (29/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dani merupakan warga Jalan Salak, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, sedangkan Ari adalah warga Jalan Belimbing, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Cilacap.
"Saat itu, kedua korban sedang memancing di pinggiran trekdam sekitar PLTU Karangkandri. dan tanpa disadari, tiba-tiba datang gelombang tinggi dan langsung menghempas tubuh mereka hingga akhirnya terjatuh ke air," ujarnya.
Sementara menurut Maryadi Selaku Komandan Lapangan Basarnas mengatakan operasi pencarian korban dilakukan dengan cara menyisir pinggiran pantai dari lokasi kejadian ke arah timur maupun barat sejauh 5 kilometer.
"Penyisiran dilakukan karena kondisi gelombang cukup tinggi sehingga tidak memungkinkan menggunakan perahu karet dalam upaya mencari korban.
Berdasarkan data dari prakiraan cuaca yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, tinggi gelombang maksimum di wilayah pantai selatan Cilacap pada hari Sabtu (29/7) diprakirakan mencapai 3 meter dengan kecepatan angin berkisar 5-18 knots yang bertiup dari arah timur hingga tenggara.
Sementara tinggi gelombang maksimum di wilayah Samudra Hindia selatan Cilacap mencapai 3,5 meter dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knots yang bertiup dari arah timur hingga tenggara. (arb/sip)











































