Embun Es Dieng Datang Bikin Was-was Para Petani Kentang

Embun Es Dieng Datang Bikin Was-was Para Petani Kentang

Uje Hartono - detikNews
Kamis, 27 Jul 2017 17:13 WIB
Embun Es Dieng Datang Bikin Was-was Para Petani Kentang
Embun Es di Puncak Dieng. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara - Para petani kentang di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, mulai was-was dengan suhu yang terus turun. Saat ini, fenomena alam turunnya embun es sejak sepekan terakhir dikhawatirkan akan merusak tamanan mereka.

Embun es atau yang oleh warga sekitar disebut sebagai 'bun upas' atau embun berbisa sering datang menyelimuti kawasan dataran tinggi Dieng pada puncak musim dingin yang ekstrem. Embun itu sering menyambangi Dieng pada akhir Juli dan puncaknya pada bulan Agustus.

Salah satu petani kentang di Desa Karangtengah. Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Udin Sugianto, mengatakan, bun upas sudah mulai ada sepekan terakhir. Meski masih tipis, namun petani kentang mengaku khawatir karena bun upas bisa membuat tanaman kentang mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang sudah mulai ada bun upas meski masih tipis. Biasanya, bun upas paling banyak terjadi di lahan rata. Di Desa Karangtengah ini sedikitnya 20-25 hektar lahan kentang terancam. Para petani hanya bisa pasrah, karena kalau disemprot menggunakan air justru menambah dingin," kata dia, Kamis (27/7/2017).

Embun Es Dieng Datang, Bikin Was-was Para Petani KentangEmbun es menempel di dedaunan. (Foto: Uje Hartono/detikcom)

Kepala Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Slamet Budiono, juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, saat ini sudah mulai muncul embun es atau bun upas. Meski saat ini bun upas belum berdampak pada kondisi tanaman.

"Kalau tahun lalu, puncak dingin terjadi pada Bulan Agustus. Saat itu, bun upas cukup tebal, bahkan bisa diambil dengan tangan," terangnya.

Selain menghancurkan tanaman kentang, bun upas juga menyebabkan tanaman wortel dan beberapa jenis sayuran lainnya membusuk. Kondisi seperti ini menjadi ancaman bagi para petani setiap musim kemarau yakni antara bulan Juli hingga Agustus. (mbr/mbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini