Embun es atau yang oleh warga sekitar disebut sebagai 'bun upas' atau embun berbisa sering datang menyelimuti kawasan dataran tinggi Dieng pada puncak musim dingin yang ekstrem. Embun itu sering menyambangi Dieng pada akhir Juli dan puncaknya pada bulan Agustus.
Salah satu petani kentang di Desa Karangtengah. Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Udin Sugianto, mengatakan, bun upas sudah mulai ada sepekan terakhir. Meski masih tipis, namun petani kentang mengaku khawatir karena bun upas bisa membuat tanaman kentang mati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Embun es menempel di dedaunan. (Foto: Uje Hartono/detikcom) |
Kepala Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Slamet Budiono, juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, saat ini sudah mulai muncul embun es atau bun upas. Meski saat ini bun upas belum berdampak pada kondisi tanaman.
"Kalau tahun lalu, puncak dingin terjadi pada Bulan Agustus. Saat itu, bun upas cukup tebal, bahkan bisa diambil dengan tangan," terangnya.
Selain menghancurkan tanaman kentang, bun upas juga menyebabkan tanaman wortel dan beberapa jenis sayuran lainnya membusuk. Kondisi seperti ini menjadi ancaman bagi para petani setiap musim kemarau yakni antara bulan Juli hingga Agustus. (mbr/mbr)











































Embun es menempel di dedaunan. (Foto: Uje Hartono/detikcom)