Latihan Darurat Penerbangan, Runway Adisutjipto Yogya Ditutup 1 Jam

Latihan Darurat Penerbangan, Runway Adisutjipto Yogya Ditutup 1 Jam

Sukma Indah Permana - detikNews
Kamis, 27 Jul 2017 07:29 WIB
Latihan Darurat Penerbangan, Runway Adisutjipto Yogya Ditutup 1 Jam
Persiapan apel Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) di Bandara Adisutjipto. Fotografer: Sukma/detikcom.
Yogyakarta - PT Angkasa Pura I akan menggelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. Landasan pacu (runway) akan ditutup selama 1 jam.

"Atas penyelenggaraan tersebut telah diterbitkan NOTAM Runway Closed (penutupan landasan pacu) tanggal 27 Juli 2017 mulai pukul 09.30-10.30 WIB," ujar General Manajer Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Senin (24/7).

Kegiatan ini untuk memantapkan dan meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan penanggulangan darurat penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.Kegiatan ini untuk memantapkan dan meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan penanggulangan darurat penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Fotografer: Sukma/detikcom.
Saat ini rangkaian acara sudah mulai dipersiapkan dengan upacara apel di Pelataram Gedung PKP-PK di sebelah barat Terminal B Bandara Internasional Adisutjipto. Rangkaian Pelatihan Simulasi ini terdiri dari Fire Building Exercise (berlokasi di area kargo), Aircraft Accident Exercise dan Security exercise (berlokasi di parkir utara samping kantor imigrasi).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serta di samping itu, kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa bandara khususnya yang berada di Gedung Terminal dan masyarakat di lingkungan bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta untuk tidak panik," tutur Agus.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memantapkan dan meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan penanggulangan darurat penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

Seluruh instansi atau komunitas penerbangan terlibat dalam kegiatan yang digelar dalam rangka menguji sistem dan prosedur baku atau standar masing-masing institusi dalam mengambil langkah dan tindakan pada Pengendalian dan Penanggulangan Keadaan Gawat Darurat Penerbangan ini.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan dari pelaksanaan kegiatan pelatihan simulasi nantinya," pungkas Agus.

(sip/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads