Ratusan koper milik jemaah warna sama. Untuk menandai agar koper tidak tertukar satu sama lain, mereka menandai dengan tanda yang mudah dihafal oleh masing-masing jemaah.
Salah satunya ditandai dengan sandal bentuk ikan warna-warni hingga boneka agar tidak tertukar. Namun bila ditandai cukup dengan selembar kain atau selendang masih sering tertukar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, tanda lucu tersebut dipasangkan pada koper berdasarkan kesepakatan kelompok dan regu. Koper yang dibawa jemaah haji tersebut mulai dikumpulkan di Kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Banyumas sejak pagi. Rata-rata penanda unik tersebut berbentuk selendang dan pita warna-warni.
"Kesepakatan regu mudah-mudahan tidak ada yang menyamai," ujar dia yang akan berangkat pada Kamis siang menuju asrama haji Donohudan.
Sementara menurut petugas dari Kemenag yang melakukan pendataan koper, Amir Khasan mengatakan jika terdapat sekitar 355 koper milik jamaah haji Kloter SOC 4 yang dikumpulkan. Nantinya koper-koper dengan penanda unik tersebut akan dibawa menggunakan truk.
"Kira-kira nanti malam sudah bisa diberangkatkan kalau sudah kumpul semua," ujarnya.
Dia juga mengimbau kepada jamaah haji agar tidak membawa barang bawaan yang melebihi berat yang ditentukan yakni sekitar 35 kilogram. Selain itu juga tidak membawa barang bawaan yang dilarang.
"Untuk koper berangkat lebih dulu karena perjalananya yang lebih lama untuk sampai di Donohudan. Berat koper maksimal isi koper 32 kilo yang boleh dibawa dalam koper seperti baju serta peralatan haji," jelasnya. (arb/bgs)