Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa, Alif Fauzi mengatakan, sampai saat ini tercatat ada 8 anak berambut gimbal yang akan mengikuti ruwatan. Delapan anak tersebut tidak hanya berasal dari warga Dieng, namun juga desa-desa lain di sekitar Dieng.
"Untuk jumlahnya masih bisa bertambah, karena kami masih membuka jika ada anak berambut gimbal ingin diruwat saat DCF nanti," kata Alif.
Menurutnya ruwatan memotong rambut gimbal ini diprioritaskan bagi anak yang berasal dari keluarga tidak mampu. Hal ini dimaksudkan untuk membantu orangtua anak gimbal. Mengingat, permintaan anak gimbal sebagai syarat sebelum dipotong beragam.
"Bisa jadi merupakan barang-barang yang mahal. Seperti tahun sebelumnya ada yang meminta seekor sapi. Kalau diruwat saat DCF permintaan bisa dipenuhi oleh panitia," katanya.
(bgs/bgs)











































