Selain sulit, harga garam juga mengalami kenaikan harga sangat signifikan. Akhirnya berdampak pada kenaikan harga jual ikan asin, meski hanya sekitar 10 persen.
Ida (50), seorang produsen ikan asin di Kelurahan Jobokuto, Kabupaten Jepara, mengatakan harga garam saat ini cukup tinggi. Sebelumnya per karung bisa didapatkan dengan harga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu, namun saat ini mencapai Rp 170 ribu per karung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi ikan asin. (Foto: Wikha Setiawan/detikcom) |
Kenaikan harga garam grosok, papar dia, mulai terasa sejak mendekati bulan puasa. Menurutnya, merangkaknya harga bahan baku pembuatan ikan asin itu lebih disebabkan minimnya ketersediaan stok.
"Selain mahal, ketersediannya garam pun langka. Biasanya minta 20 karung garam untuk produksi, tapi terpenuhi hanya tiga sampai lima karung," lanjutnya.
Subiyanto (41), produsen ikan asin lain, menambahkan bahwa untuk produksi ikan asin 40 kilogram membutuhkan sedikitnya setengah karung garam. Kendati demikian, produsen ikan asin tidak dapat menaikkan harga jual tinggi.
"Misalnya, untuk ikan asin jenis layur dijual Rp 50 ribu/kg. Sebelumnya, harganya Rp 40 ribu/kg," tandasnya. (mbr/mbr)












































Produksi ikan asin. (Foto: Wikha Setiawan/detikcom)