Masyarakat Banyumas Antusias Saksikan Atraksi Pesawat Aerobatik

Arbi Anugrah - detikNews
Minggu, 23 Jul 2017 14:55 WIB
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas - Ribuan masyarakat Banyumas, Jawa Tengah tumpah ruah di Alun Alun Banyumas untuk menyaksikan atraksi pesawat TNI Angkatan Udara (AU) yang dibawa oleh The Jupiter Aerobatik Team. Acara ini merupakan rangkaian hari bakti TNI AU yang jatuh pada tanggal 29 Juli.

Selain atraksi tim Jupiter hari ini digelar pula atraksi terjun payung, paramotor, serta drum band oleh Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU).

"Masyarakat di Banyumas juga harus tahu bahwa kita mempunyai tim aerobatik yang sudah mendunia," Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kepada wartawan di Pendapa Kecamatan Banyumas, Minggu (23/7/2017).

Menurutnya di ASEAN hanya ada satu, yaitu Indonesia. Itu adalah bagian dari kebanggaan Indonesia sehingga masyarakat Banyumas harus bisa menikmati kebanggaan itu.

"Pesawat itu adalah milik mereka, milik rakyat yang juga harus bisa menikmati," katanya.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan rangkaian karya bakti dan bakti sosial memperingati Hari Bhakti Ke-70 TNI AU, di Kabupaten Banyumas.

"Kita menarik semangat pengabdian yang telah dilaksanakan oleh para pendahulu, bagaimana kita terus ingin mendarmabaktikan kepada seluruh masyarakat yang ada di Indonesia terhadap apa yang telah kita laksanakan selama ini," ungkapnya.

Menurutnya beberapa kegiatan tersebut dilakukan di sekitar Banyumas terutama kesehatan dan pembangunan fisik untuk mendukung program-program pemerintah.

"Kegiatan itu kita laksanakan adalah kita pilih ditempat tempat itu. Paling tidak memerlukan pembangunan fisik, kita juga bisa mendarmabaktikan di sektor-sektor kesehatan, termasuk mendukung program pemerintah," jelasnya.

Perlu diketahui hari Bhakti TNI AU jatuh pada tanggal 29 Juli sekaligus menjadi penanda peristiwa tanggal 29 Juli 1947, saat tiga kadet perintis Angkatan Udara RI yakni Marsda TNI (Anumerta) Agustinus Adisutjipto, Marsda TNI (Anumerta) Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara I (Anumerta) Adisumarmo Wiryokusumo gugur di Yogyakarta.

Mereka gugur setelah pesawat Dakota VT-CLA yang membawa bantuan obat-obatan untuk Palang Merah Indonesia ditembak jatuh pesawat pemburu Kitty Hawk Belanda. Pesawat jatuh di Dusun Ngoto, Sewon, Bantul. Di Monumen Ngoto saat ini menjadi Monumen Perjuangan TNI AU.





(arb/bgs)