Pelayat Lepas Kepergian Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Muhammad Muqoddas

Pelayat Lepas Kepergian Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Muhammad Muqoddas

Usman Hadi - detikNews
Minggu, 23 Jul 2017 14:15 WIB
Pelayat Lepas Kepergian Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Muhammad Muqoddas
Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Para pelayat melepas kepergian Mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhammad Muqoddas (69) yang meninggal dunia, Sabtu (22/7/2017) pukul 19.10 WIB di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Almarhum menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah tiga periode ,sejak tahun 2.000-2015. Almarhum di makamkan di pemakaman umum Gambiran, Umbulharjo Kota Yogyakarta.

Almarhum juga kakak dari mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muhammad Busysro Muqoddas. Dia juga seorang dosen di sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta.

Sebelum meninggal almarhum mengaku kepada keluarga prihatin melihat kondisi bangsa saat ini. Terlebih mengenai kondisi kesenjangan ekonomi yang kian melebar serta mengkhawatirkan kondisi ukhuwah umat Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia sempat memprihatin akan situasi umat dan masyarakat yang sekarang ini ada.Terkait dengan problem kesenjangan ekonomi, dan ukhuwah bagi umat Islam," jelas adik Muhammad, Busro Muqoddas saat ditemui di rumah duka, di Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu (23/7/2017)

Menurut Busro, sejak ayah dari dulu memang aktif di PP Muhammadiyah. Di Muhammadiyah kemudian dilanjutkan oleh kakaknya Muhammad Muqoddas dan Busyro sendiri.

"Ya jadi, kakak kandung saya itu dengan kami sekeluarga memang merupakan penerus dari ayah kami, yang sejak dulu aktif di PP Muhammadiyah," ungkap Busyro.

Menurutnya, dia merupakan alumnus dari kader IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), yang mengalami proses berorganisasi secara runtut.

Selain itu, semasa hidupnya Muhammad Muqoddas juga aktif mengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga, yang sekarang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

"Tugas pokoknya sebagai dosen IAIN sekarang UIN (Sunan Kalijaga). Itu yang menjadi inti dari kegiatan almarhum dalam hidupnya," ucapnya.

Busyro menambahkan Muhammad Muqoddas adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara. Sementara Busyro adalah anak keempat. "Kami 7 bersaudara, beliau (Muhammad) anak ketiga, saya anak keempat," tutupnya.

Sebelum dimakamkan di Makam Gambiran, Umbulharjo Yogyakarta ratusan pelayat silih berganti melakukan salat jenazah. Almarhum merupakan cucu pendiri Perguruan Silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads