DetikNews
Kamis 20 Juli 2017, 13:52 WIB

Kekeringan, Warga Gunungkidul Jual Ternak untuk Beli Air

Usman Hadi - detikNews
Kekeringan, Warga Gunungkidul Jual Ternak untuk Beli Air Foto: Usman Hadi
Gunungkidul - Kekeringan mulai terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sekitar 8 kecamatan mulai mengalami krisis air di musim kemarau saat ini.

Untuk memenuhi kebutuhan air, sejumlah warga mulai mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli air dari swasta. Bahkan ada warga yang terpaksa menjual ternak miliknya.

Berdasarkan data dari BPBD Gunungkidul, 8 kecamatan yang mengalami kekeringan diantaranya Panggang, Tanjungsari, Purwosari, Tepus, Paliyan, Rongkop, Girisubo dan Nglipar. Sedangkan jumlah jiwa yang mulai mengalami krisis air sebanyak 46 ribu jiwa.

"Saya terpaksa menjual cempe (anakan kambing) untuk membeli air," ujar seorang warga Dusun Padangan, Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Slamet kepada wartawan, Kamis (20/7/2017).

Menurut Slamet, tidak hanya dirinya saja yang menjual ternak untuk membeli air saat musim kemarau tiba. Namun hampir semua warga yang mempunyai hewan ternak. Hewan-hewan ternak seperti kambing dan sapi bisa menjadi tabungan atau benda yang harus dikeluarkan saat musim kemarau.

Menurutnya hasil menjual ternak dibelikan air bersih dari tangki milik swasta yang biasa beroperasi di musim kemarau. Satu mobil tangki isi air 5 ribu liter dihargai Rp 180 ribu.

"Saya sudah dua kali membeli air 2 tangki dari swasta," kata Slamet.

Dia mengatakan saat musim kemarau, droping air dari pemerintah lewat BPBD Gunungkidul memang sudah dilakukan. Namun bagi Slamet, jatah tiap warga sekali droping sedikit, sehingga tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Memang ada bantuan, tapi tidak cukup, tiap keluarga aja pas ada droping hanya dapat jatah 2 jeriken. Tidak cukup, makanya tetap harus beli," imbuh Slamet.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono, mengakui saat ini banyak warga minta bantuan droping air. Setidaknya sampai sekarang sudah ada 39 desa di 8 kecamatan, yang sudah menghubungi BPBD Gunungkidul.

"Saat ini ada 39 desa di 8 kecamatan yang minta droping air bersih ke BPBD," katanya.

Untuk itu pihaknya sudah menyiapkan 7 tangki, yang setiap hari terus melakukan droping air bersih ke sejumlah wilayah. "Total per harinya kami menyalurkan bantuan droping air sampai 28 kali," paparnya.

Dia menambahkan anggaran yang dialokasikan BPBD Gunungkidul untuk droping air bersih sekitar Rp 600 juta. Dia berharap alokasi anggaran ini cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed