Mahasiswa UGM Raih Juara Mahasiswa Berprestasi Nasional 2017

Mahasiswa UGM Raih Juara Mahasiswa Berprestasi Nasional 2017

Bagus Kurniawan - detikNews
Jumat, 14 Jul 2017 17:43 WIB
Mahasiswa UGM Raih Juara Mahasiswa Berprestasi Nasional 2017
Foto: Humas UGM/detikcom
Yogyakarta - Wyncent Halim (21), mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menyabet gelar juara Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional tahun 2017. Ajang pemilihan tersebut diselenggarakan Kemenristekdikti di Surabaya.

Ajang pemilihan mahasiswa berprestasi nasional yang berlangsung selama tiga hari, pada 10-13 Juli 2017. Pemilihan diikuti 26 finalis. yang terbagi dalam dua kategori yaitu program sarjana dan program diploma.

UGM juga mengirimkan Pralampita Khofi Mufida (Prodi Rekam Medi SV) untuk kategori diploma, namun belum berhasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wyncent adalah mahasiswa program International Undergraduate Program (IUP) FH angkatan 2014.

Sebelumnya dia harus berkompetisi dengan 16 finalis lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam pemilihan mahasiswa berprestasi nasional tahun ini diikuti 228 peserta yang terdiri dari 143 mahasiswa program sarjana dan 85 program diploma.

Dari jumlah tersebut dipilih 26 mahasiswa terbaik yang diundang mengikuti penilaian tahap akhir yang terdiri dari 17 mahasiswa program sarjana dan 9 mahasiswa program diploma.

Pada babak final Wyncent beradu dalam empat tahap seleksi yaitu presentasi karya ilmiah, penilaian Bahasa Inggris dalam bentuk pidato secara spontan, wawancara, portofolio karya unggulan dan psikotes.
Pada kompetisi ini Wyncent mengajukan karya tulis berjudul Pengaturan Sharing Economy dalam Bentuk Taksi Daring di Indonesia. Sementara dalam pidato bahasa Inggris dia menyampaikan pidato terkait pelemahan terhadap kewenangan KPK.

Wyncent mengungkapkan berbagai persiapan telah dilakukannya dalam tiga tahun terakhir untuk mengikuti ajang Pilmapres. Salah satunya dengan rajin mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional sebagai langkah untuk mengisi protofolio karya unggulan.

Setidaknya 10 prestasi taraf internasional berhasil diraihnya dalam tiga tahun terakhir. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih dalam setahun terakhir antara lain The Best Oralist for the Prosecution dalam International Criminal Court Moot Court Competition, Leiden University (2016), Best Delegate pada UN Habitat Simulation (2017), Best Delegate in ASEAN Youths General Forum 2017, 2nd Runner Up of the Young Speakers' Contest dalam ASEAN University Network and National University of Singapore (2017), dan Chairing Award in Beijing International Model United Nations (2017).

Dikatakan Wyncent, kunci kemenangannya adalah sikap konsisten terhadap apa yang telah digeluti, mempersiapkan dengan baik serta rajin berlatih.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung saya selama proses pemilihan mahaisswa berpretasi dari tingkat fakultas, universitas, hingga nasional. Jujur, kemenangan ini meninggalkan kesan yang teramat mendalam bagi saya," katanya kepada wartawan di Kantor Pusat UGM, Jumat (13/7/2017).

Menurutnya, kemenangan ini menjadi sebuah sejarah baru bagi UGM. Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir delegasi UGM belum mampu menorehkan prestasi puncak dalam ajang ini.

Setelah bertahun-tahun menunggu, akhirnya piala kemenangan sebagai juara Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional tahun 2017 dapat saya persembahkan kepada UGM," tutur pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara ini.

Dia mengaku untuk meraih gelar itu bukanlah hal mudah. Namun dia meyakini bahwa amanah yang telah diberikan merupakan jalan terbaik yang akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara.

"Mimpi ini tidak akan terwujud dengan sendirinya, tetapi kita harus segera bangkit dan berupaya untuk mewujudkannya. Jadi kejarlah mimpimu," katanya.

Dr Ir R.Wahyu Supartono, salah satu dosen pembimbing tingkat universitas menambahkan sebelum maju ke tingkat nasional, UGM telah memberikan pendampingan dan bimbingan kepada delegasi yang akan maju. Mereka diberikan bimbingan selama 2 bulan penuh untuk penguatan kemampuan pidato berbahasa Inggris, karya tulis unggulan, psikotes, serta penyusunan karya unggulan.








(bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads