Karena irigasi Bendung Karang tidak bisa difungsikan, para petani di Kecamatan Kretek semula beralih mengandalkan pasokan air dari Bendung Mojo. Namun pasokan air di Bendung Mojo sangat terbatas sehingga petani lebih memilih memakai pompa air buat mengaliri sawahnya.
Penggunaan pompa air juga bukan tanpa problem. Biaya tambahan cukup besar harus dikeluarkan para petani. Dalam sekali pompa, rata-rata para petani harus mengeluarkan biaya Rp 35 ribu untuk mengadaan bahan bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasi Pengelolaan Jaringan Irigasi Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul, Yitno, membenarkan Bendung Karang baru dibangun ulang 2018 karena dananya belum dianggarkan pada tahun 2017.
"Nanti anggarannya pakai DAK (Dana Alokasi Khusus) 2018. Kalau tidak salah anggarannya antara Rp 6-7 miliar. Akan dibangun ulang, bukan perbaikan karena kerusakannya cukup parah. Bendungan yang baru kapasitasnya sisesuaikan. Prioritasnya cukup untuk mengairi 160 hektar lahan," ujarnya. (mbr/mbr)











































