Kata Mbah Suparni, Saat ini Banyak yang Merasa Paling Benar

Usman Hadi - detikNews
Jumat, 07 Jul 2017 18:30 WIB
Mbah Suparni. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Kulon Progo - Di usainya yang senja, rupanya Mbah Suparni masih mengikuti perkembangan situasi. Dia bisa menilai saat ini banyak orang merasa paling bisa, padahal tak paham apa-apa. Imbasnya banyak orang merasa paling benar, sampai melakukan korupsi pun masih merasa benar.


"Hidup di dunia itu jangan gagah-gagahan. Kalaupun memang gagah, jangan sampai mengaku gagah. Jadi orang itu harus sadar diri, jadi orang itu yang kalem bukan menggagahkan diri. Jangan merasa paling bisa, padahal tidak tahu apa-apa, " tuturnya, Jumat (7/7/2017)

Imbas merasa gagah, menurut Mbah Suparni, menjadikan orang merasa paling benar. Imbasnya saat melakukan kesalahan orang tersebut tetap merasa benar.

"Seperti orang korupsi. Makanya orang kalau mencari rezeki jangan tiru-tiru korupsi," lanjutnya.

Menurut nenek yang tinggal di Dusun Sadang, Desa Tanjungharjo. Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo ini, hidup di dunia harus saling berbagi. Lantaran dengan berbagi dia meyakini hidup terasa bermakna, karena sejatinya hidup adalah saling tolong-menolong.

"Hidup di dunia itu harus saling berbagi, saling mengerti sesama. Mengerti kalau sebenarnya kita ini saudara. Seumpama membantu orang, jangan pilih-pilih, sudah bantu saja. Misalnya yang saya lakukan memberi minuman, pisang, buat pengendara di jalan," tuturnya.

Prinsip hidup yang dipegang Suparni ini disebutnya diajarkan oleh orangtua. Ajaran inilah yang dia pegang sampai sekarang.

"Yang penting kita harus mau menerima, bersyukur. Nanti yang mengatur Gusti Allah. Pasti ada rezeki meski sedikit atau banyak," pungkasnya. (mbr/mbr)