DetikNews
Kamis 06 Juli 2017, 18:17 WIB

4 Mahasiswa Kudus Ciptakan Aplikasi Deteksi Dini Kanker Payudara

Wikha Setiawan - detikNews
4 Mahasiswa Kudus Ciptakan Aplikasi Deteksi Dini Kanker Payudara 4 mahasiswa Kudus penemu aplikasi Sadari. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Kudus - Empat mahasiswa Program Studi Teknik Informatika (TI) Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK) menciptakan aplikasi 'Sadari'. Aplikasi berbasis android ini berfungsi untuk mendeteksi dini penyakit kanker payudara.

Nama 'Sadari' sendiri merupakan singkatan dari periksa payudara sendiri. Empat mahasiswa pencipta aplikasi ini adalah Uswatun Hasanah, Maulida Ni'matus Sholikhah, Muhammad Rieza Maulana dan Deni Kusuma Wijaya.

"Hingga kini, kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok bagi perempuan. Untuk itu perlu adanya alat yang dapat melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara. Sehingga bisa secepatnya diatasi jika ada gejala," ujar Uswatun Hasanah, Kamis (6/7/2017).

Keinginan membuat aplikasi ini bermula saat salah satu anggota keluarnya mengidap penyakit ini. Namun, kanker payudara itu baru diketahui setelah stadium dua.

"Saya pikir perlu ada yang dapat membantu untuk mendeteksi lebih dini terhadap penyakit ini," papar dia.

Sejak saat itu, dia kemudian mengutarakan ketiga rekannya. Sebelum akhirnya dilakukan proses penciptaan.

"Kami diskusi, konsultasi, dan uji coba," ungkapnya.

Harapannya, aplikasi ini bisa berkontribusi positif bagi masyarakat dalam memberikan pemahaman mengenai kanker payudara.

''Aplikasi ini sudah kami uji coba bersama dosen, mahasiswa, dan beberapa pihak lain,'' katanya.

Muhammad Rieza Maulana menambahkan pembuatan aplikasi ini mulai dari riset awal hingga final membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

''Perancangan hingga finalisasi, dilakukan per Maret hingga Juni,'' ungkapnya.

Keunggulan aplikasi ini adalah 3D Hologram Aplikasi Android. Pengguna dapat mengakses pengetahuan tentang penyakit kanker payudara, atau berbentuk tutorial dengan kelengkapan hologram.

Hologram adalah produk dari teknologi holografi. Hologram terbentuk dari perpaduan dua sinar cahaya yang koheren dan dalam bentuk mikroskopik. Hologram bertindak sebagai gudang informasi optik. Informasi-informasi optik itu kemudian akan membentuk suatu gambar, pemandangan, atau adegan.

Hologram merupakan jelmaan dari gudang informasi (information storage) yang mutakhir. Kelebihan hologram ialah mampu menyimpan informasi, yang di dalamnya memuat objek-objek 3 dimensi (3D).

"Kalau aplikasi yang ada itu hanya gambar atau video biasa, aplikasi ini sudah menggunakan hologram. Jadi, secara umum cara kerja aplikasi ini seperti tutorial mengenal gejala dan tanda penyakit kanker payudara," tutur dia.

Untuk ke depan, diharapkan agar aplikasi rancangannya bisa diakses oleh masyarakat luas.

"Ini berbasis android, sehingga ke depan diharapkan bisa diunduh melalui google play store,'' tandasnya.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed