Warga Bantul Luka-luka Diserang Rombongan Remaja Klitih

Warga Bantul Luka-luka Diserang Rombongan Remaja Klitih

Usman Hadi - detikNews
Selasa, 04 Jul 2017 13:31 WIB
Warga Bantul Luka-luka Diserang Rombongan Remaja Klitih
Foto: Usman Hadi/detikcom
Bantul - Kasus klitih atau kekerasan di jalanan dengan sasaran orang tak dikenal terjadi di wilayah Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Akibatnya satu orang warga setempat luka-luka dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kasus tersebut terjadi di Simpang Empat Desa Terong, Kecamatan Dlingo, hari Selasa (4/7/2017) pukul 00.23 WIB. Korban luka adalah

Akibatnya seorang warga setempat menjadi korban, dan sekarang sedang menjalani rawat jalan. Korban bernama Dimas Putra Timur (18) warga Dusun Dodogan, Desa Jatimulyo, Dlingo. Korban mengalami luka akibat terkena senjata tajam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban dikeroyok, mengalami luka sobek di atas pelipis mata. Luka sobek sekitar 2 centimeter," kata Kapolsek Dlingo AKP Sarjono kepada wartawan, Selasa (4/7/2017).

Menurut Sarjono, para pelaku merupakan warga Kecamatan Piyungan. Mereka beraksi dengan mengendarai sepeda motor, melewati jalur Jalan Jalasutra, Cinomati menuju Dlingo pada Senin malam. Ketika sampai di Simpang Empat Desa Terong, mereka tiba-tiba menyarang korban.

Menurutnya antara pelaku dengan korban tidak saling mengenal. Yang melakukan penyerangan tiga orang. Para pelaku berhasil diamankan warga. Dua orang berinisial JN (18) dan HS (15). Satu orang pelaku melarikan diri.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah Honda Scoopy AB 4106 IN, mata cangkul, celana jeans, dan sebuah handphone.

"Sampai siang ini masih dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap dua orang tersebut," kata Sarjono.

Sementara itu Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Saryadi menambahkan para pelaku semuanya adalah pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Piyungan. Namun mereka bukan berasal dari sekolah yang sama.

"Dua pelaku yang diamankan masih pelajar. JN dan HS saat ini statusnya sebagai tersangka," katanya.

Sebelum melancarkan aksinya kata Imam, JN dan HS naik ke Kecamatan Dlingo bersama belasan pelajar lainnya. Namun dalam kejadian itu ada 3 orang pelaku yang mengeroyok terhadap korban. Oleh warga setempat hanya JN dan HS saja yang berhasil diamankan dan seorang pelaku lainnya berhasil kabur.

"Antara korban dengan pelaku tidak saling kenal, juga tidak ada permusuhan sebelumnya. Kami belum tahu apakah ada keterkaitan dengan kasus-kasus kekerasan sebelumnya atau ada keterlibatan dari kelompok tertentu," pungkas Imam. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads