Balon di Langit Semarang Diduga Terbawa Angin dari Daerah Lain

Balon di Langit Semarang Diduga Terbawa Angin dari Daerah Lain

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 28 Jun 2017 11:57 WIB
Balon di Langit Semarang Diduga Terbawa Angin dari Daerah Lain
Balon udara sitaan dari warga di Wonosobo (Foto: Dok. Angkasa Pura I)
Semarang - Sejak 25 Juni 2017 lalu, ada 33 laporan masuk ke AirNav terkait balon udara di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang. Beberapa daerah ternyata mendapat 'kiriman' di wilayah udaranya yang berasal dari daerah yang memiliki tradisi pelepasan balon berisi nitrogen saat Idul Fitri.

Khusus di langit Semarang ada 4 laporan yang masuk dari pilot yang melintas pada hari Selasa (27/6) kemarin. General Manager Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Ahmad Yani Semarang, Maryanto, mengatakan kemungkinan balon tersebut terbawa angin hingga ke Semarang.

"Pelepasan balon biasanya banyak di daerah Wonosobo, Magelang, Cilacap. Kemungkinan terbawa angin sehingga arahnya bisa di atas Semarang," kata Maryanto kepada detikcom, Rabu (28/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, belum diketahui pasti titik pelepasan balon-balon yang dilihat oleh para pilot tersebut. Meski demikian, balon berisi nitrogen itu cukup berbahaya karena bisa bertahan beberapa hari hingga dimungkinkan terbawa angin hingga ke daerah lain.

"Pelepasan tidak pasti tanggal 27 (seperti dalam laporan). Balon yang berisi nitrogen bisa bertahan lama. Sumber pelepasan secara riil belum diketahui," pungkasnya.

Balon Nitrogen Bertahan Lama di Udara dan Bahayakan PenerbanganBalon sitaan dari warga. (Foto: Dok. Angkasa Pura I)

baca juga: 33 Pilot Lapor ke AirNav soal Balon Udara di Langit Jateng


Tindakan yang sudah dilakukan salah satunya koordinasi antara AirNav dan Polda Jateng yang berhasil mencegah pelepasan 3 balon besar di Desa Kembaran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Peringatan pun ditempel di tempat penyimpanan balon tersebut.

"Ya intinya dilarang menerbangkan balon udara yang besar dengan bahan bakar nitrogen karena membahayakan pesawat terbang," tegas Maryanto.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova, mengatakan pihaknya terus bekerjasama dengan AirNav dan pihak bandara untuk mengantisipasi gangguan penerbangan akibat balon.

"Kita membantu AirNav memantau di daerah Jateng. Bilamana didapati akan dilakukan pelarangan, kita laporkan juga ke AirNav," kata Djarod. (alg/mbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini