Warung Makan di Bantul Diminta Tidak 'Nuthuk' Wisatawan

Usman Hadi - detikNews
Senin, 26 Jun 2017 22:12 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Bantul - Diperkirakan pada libur lebaran H+3, para pemudik akan berwisata ke sejumlah obyek wisata. Para pedagang makanan di kawasan obyek wisata di Bantul diminta tidak 'nuthuk' atau menaikkan harga.

Nuthuk dalam istilah Bahasa Jawa adalah memukul atau menaikkan harga dari harga biasanya. Praktik aji mumpung ini kerap dilakukan oleh para pedagang di kawasan obyek wisata.

Beberapa kasus pedagang menaikkan harga saat liburan masih sering terjadi. Hal itu menjadi perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul. Dispar Bantul meminta praktik seperti itu tak lagi dilakukan. Hal itu bisa merusak citra obyek wisata yang akhirnya para pedagang sendiri yang rugi.

"Cara-cara seperti itu dengan menaikkan harga seenak atau aji mumpung tidak boleh ada lagi," Sekretaris Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo.

Dia mengatakan kalau ada pedagang makanan yang melakukan hal tersebut, wisatawan tidak akan percaya lagi. Dampaknya mereka akan kapok atau tidak datang lagi ke tempat itu.

"Pedagang harus bisa menjaga kepercayaan wisatawan yang berkunjung ke Bantul," katanya.

Untuk menjaga kepercayaan wisatawan ini, sejumlah pedagang di Pantai Depok, Kretek, Bantul akan mendirikan posko pengaduan. Bila ada wisatawan yang membeli makanan yang dibandrol dengan harga tak wajar, bisa mengadu di posko tersebut.

"Kalau ada pengunjung yang merasa dirugikan dengan harga tidak wajar, silakan lapor kepada kami. Kami pasti akan menindak pedagang yang nakal. Langkah ini kami lakukan demi kebaikan dan citra Pantai Depok sendiri," kata Dardi Nugroho salah satu pengelola warung makan seafood di Pantai Depok.

Selain menjamin harga dagangan yang wajar, Dardi juga memastikan kualitas ikan yang dijual di warung-warung seafood di Pantai Depok terjamin kualitasnya. (bgs/bgs)