Libur Lebaran di Yogya, Coba Oleh-oleh Aneka Singkong dan Ketela

Adzan Raharjo - detikNews
Jumat, 23 Jun 2017 10:23 WIB
Tela Cake dari Yogyakarta. (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Yogyakarta - Oleh-oleh khas dari Yogyakarta tidak hanya melulu bakpia atau gudeg. Ada juga oleh-oleh khas unik dengan rasa khas; kue singkong atau ketela. Silakan dicoba. Dengan ketrampilan orang Yogya mengemas dan mengolah, Anda takkan lagi merasa menjadi ndeso karena makan singkong.

Oleh-oleh khas ini terbuat dari ketela atau singkong yang diolah dan dikemas modern. Singkong dan ketela adalah bahan pangan lokal yang mudah didapat di kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Di Yogyakarta, kuliner dari bahan singkong dan ketela saat ini telah dikembangkan hingga memiliki 30 varian produk baik kukus dan panggang. Ragam dan variannya diantaranya cokelat, keju, strawberry keju, strawberry cokelat, minty, mocca, greentea, almond chifon, bolu dan lain-lainnya.

Selain itu, juga dikembangkan bakpia dari ubi dengan berbagai varian seperti ubi ungu, ubi mentega, ubi madu, dan lain-lain. Ada juga ubi cokelat asli Yogyakarta yang dihasilkan dari daerah Gunungkidul dan Kulonprogo.

"Singkong yang identik dengan kampungan atau ndeso ini diolah menjadi makanan kekinian. Kita tidak sekedar bisnis tetapi juga mengedukasi penggunaan pangan lokal. Harapannya tela cake ini bisa berkembang karena semua orang bisa membuatnya," kata Firmansyah Budi Prasetyo, salah satu pengusaha produsen oleh-oleh di Yogyakarta, Jumat (22/6/2017).

Untuk membuat kuliner ini, Firman mengaku membutuhkan kurang lebih 1-2 ton singkong segar per hari. Singkong ini didapat dari wilayah DIY dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Pada masa lebaran permintaan mengalami peningkatan antara 20%-30%. Selain pada saat masa lebaran, kuliner dari ketela juga laris dipesan untuk acara syukuran dan hantaran.

Di Yogyakarta, Anda bisa nendapatkan kue khas ini di toko-toko pusat oleh-oleh yang mudah didapati di banyak tempat. Kemasannya cantik dan pilihan rasanya beragam. Bagi para pemudik, tak harus merasa menjadi ndeso atau kampungan karena makan singkong. (mbr/mbr)