"Dengan tema Ayo ke Desa Wisata, Jelajahi keunikan potensi wisata dan budaya Sleman, Gelaran Tour de Merapi merupakan event 2 tahunan dengan kriteria bersepeda motor, maksimal 250 cc, dan berboncengan," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Kamis (22/6/2017).
Ditargetkan tahun ini akan ada 500 sepeda motor atau 1.000 peserta tahun ini. Dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 125.000 peserta akan mendapat fasilitaa 1 jaket, 1 t-shirt, 2 nasi box, asuransi dan kupon doorprice.
"Bila ternyata jumlah peserta melebihi target yang ditetapkan, maka fasilitas yang akan diperoleh sepeda motor ke-501 dan seterusnya adalah 2 nasi box, asuransi, dan kupon doorprise," imbuhnya.
Rute yang akan dilewati peserta Tour de Merapi nantinya mulai dari Lapangan Pemda Sleman, melewati rumah Dome Prambanan, Lava Bantal Berbah, Desa Wisata Ketingan, Desa Wisata Sidoakur, Desa Wisata Minapadi Cibuk Kidul, Desa Wisata Tlatar, Desa Wisata Tlatar, Desa Wisata Nganggring, Desa Wisata Pancoh, dan berakhir di Tlogo Putri, Kaliurang.
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 4 Juli sampai dengan 24 Juli 2017 di Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, TIC Malioboro dan TIC Kaliurang, serta Desa Wisata yang ditunjuk yakni Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Pulesari, Desa Wisata Pancoh, Desa Wisata Rumah Dome, Desa Wisata Brayut, Desa Wisata Tanjung, Desa Wisata Sidoakur, Desa Wisata Grogol, Desa Wisata Gampong, dan Taman Tebing Breksi).
Sudarningsih menyampaikan bahwa Tour de Merapi merupakan satu-satunya gelaran touring menggunakan sepeda motor di DIY yang menawarkan selain pemandangan yang menarik dan doorprise.
"Melalui gelaran ini, masyarakat luas akan semakin mengenal keunikan potensi wisata dan budaya yang ada di Kabupaten Sleman. Karena di tempat pemberhentian yang telah ditentukan, selain menikmati suguhan budaya setempat, peserta juga berkesempatan untuk menikmati kuliner tradisional khas setempat," ulasnya. (sip/bgs)











































