1 Juta Peserta BPJS Kesehatan DIY-Jateng Menunggak Iuran

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 21 Jun 2017 17:48 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Peserta BPJS Kesehatan di DIY-Jawa Tengah yang menunggak iuran cukup banyak. Dari 26,5 juta peserta atau sekitar 74 persen jumlah penduduk yang tercatat di BPJS Kesehatan per Mei 2017, sebanyak 1 juta di antaranya menunggak iuran.

"Jumlah peserta BPJS Kesehatan DIY-Jateng sekarang sekitar 26,5 juta sampai Mei. Itu jumlahnya sekitar 74 persen dari total penduduk, untuk yang menunggak sekitar 1 juta," jelas Kepala Divisi Ragional VI DIY dan Jateng BPJS Kesehatan, Aris Jatmiko, Rabu (21/6/2017).

Aris mengatakan pihaknya sampai sekarang berupaya menagih pihak penunggak. Caranya dengan mendatangi langsung atau berkomunikasi via telepon. Untuk langkah mengantisipasi penunggakan, pihaknya melakukan penagihan dengan berkomunikasi langsung.

"Jadi bisa lewat telepon atau mendatangi langsung. Kami akan bekerjasama dengan pemda, agar yang betul-betul tidak mampu diusulkan masuk PBI (Penerima Bantuan Iuran," kata Aris seusai membuka posko mudik BPJS Kesehatan di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Menurut Aris banyaknya iuran peserta kategori mandiri yang menunggak, diduga karena ketidakmampuan masyarakat membayar tagihan. Namun hal ini bukan satu-satunya penyebab, tapi juga karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk saling membantu sesama.

"Dari hasil pengamatan kami, pertama karena ketidakmampuan masyarakat terutama yang masuk golongan III. Kedua karena kurang kedisiplinan masyarakat, dan juga pemahaman sistim gotong royong kurang. Padahal logikanya yang sehat membantu yang sakit, yang muda membantu yang tua," paparnya.

Oleh sebab itu untuk mengatasi problem penunggakan peserta kategori mandiri, yakni dengan meningkatkan pemahaman masyarakat. Kalau masyarakat sadar, penunggakan iuran yang terjadi seperti sekarang tak perlu terjadi. "Perlu penyadaran ke masyarakat," katanya.

Menurutnya jumlah peserta BPJS Kesehatan di DIY-Jateng memang banyak masuk kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). Dari 26,5 juta peserta BPJS Kesehatan, sekitar 16 juta di antaranya masuk golongan tersebut. "Presentase yang paling besar kategori BPI, totalnya sekitar 16 juta," akunya.

Namun saat ditanya total tunggakan 1 juta peserta BPJS Kesehatan di DIY-Jateng, Aris enggan menjawab karena tidak memegang data.

"Kalau jumlahnya saya tidak hafal, datanya ada di kantor. Namun kalau melihat jumlah iuran tiap bulan kategori mandiri terus meningkat," pungkas dia.

(bgs/bgs)