Satgas ini mulai aktif bekerja pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri. Satgas akan bekerja selama 24 jam untuk mengantisipasi padatnya arus mudik lebaran yang menyebabkan kemacetan.
"Nanti petugas SPBU yang terletak dijalur mudik diminta untuk dapat menyalurkan BBM kemasan ke titik-titik kemacetan di jalur tersebut," kata Sales Eksekutif Retail BBM Rayon V, Region IV Pertamina Cilacap, Warih Wibowo kepada wartawan, Jumat (16/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adanya BBM kemasan tersebut kata Warih, dilakukan berdasarkan pada pengalaman tahun lalu. Saat terjadi kemacetan panjang banyak para penjual bensin eceran menaikkan harga jual Pertamax hingga Rp 50 ribu-75 ribu/liter. BBM kemasan yang disiapkan terdiri dari BBM kemasan 1 liter, 2 liter dan 5 liter.
Pertamina menyiapkan di jalur yang terhubung dengan jalur Pantura dan dari arah Bandung, seperti Pekuncen-Ajibarang dan Wangon-Rawalo.
"Ini kita siapkan agar pemudik tidak panik saat BBM di kendaraannya sudah menipis. Dengan dibantu model BBM kemasan minimal bisa menyelamatkan kendaraan sampai SPBU terdekat," ujarnya.
Selain menyiapkan BBM kemasan, dalam penyalurannya Pertamina juga menyiapkan motor untuk mensuplai BBM kemasan sebagai langkah antisipasi bila terjadi kemacetan panjang.
"Kita siapkan 1-3 motor per titik kios yang nantinya akan membawa kemasan BBM Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite 1 liter dan 10 liter," ujarnya. (arb/bgs)











































