Ragam Ramadan 2017

Mengunjungi Pesantren Tempat Para Nenek Nyantri di Magelang

Pertiwi - detikNews
Jumat, 09 Jun 2017 09:51 WIB
Para santri sepuh di Pesantren Payaman, Magelang. (Foto: Pertiwi/detikcom)
Magelang - Setiap Bulan Ramadan tiba, Masjid Agung Payaman di Desa Payaman, Magelang tak pernah sepi. Ada yang selalu hadir berbeda di masjid ini dibanding masjid biasanya. Hampir semua yang berkegiatan di masjid itu adalah para perempuan lanjut usia (lansia).

Masjid yang terletak di Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, ini memang menjadi pusat kegiatan ibadah para lansia selama bulan Ramadan. Sehingga kawasan masjid itu disebut Pondok Sepuh.

"Berbagai kegiatan dilakukan oleh para lansia di masjid peninggalan KH Anwari Siradj bin Abdurrosyid atau Mbah Siradj," ujar salah satu cicit atau generasi keempat Mbah Siradj, KH Muhammad Tibyan, saat berbincang dengan detikcom di Masjid Agung Payaman, Kamis (8/6/2017).

Menurut Tibyan, jumlah santri yang mondok di Pondok Sepuh terus mengalami penambahan dari tahun ke tahun. Mereka tidak hanya berasal dari Magelang saja, namun juga dari daerah sekitar, bahkan ada yang dari luar Pulau Jawa.

"Tahun ini jumlah santri mencapai 300an orang yang sebagian besar adalah perempuan. Mereka seluruhnya lansia," jelasnya.

 Mengunjungi Pesantren Tempat Para Nenek Nyantri di MagelangSeorang santri sepuh sedang mengaji. (Foto: Pertiwi/detikcom)

Para santri pondok sepuh biasa datang sejak hari pertama Ramadan atau bahkan 1-2 hari sebelumnya. Mereka akan menginap di masjid atau kompleks pondok sepuh di sisi halaman depan masjid selama 20 hari.

Nyantri di Pondok Sepuh tidak memerlukan banyak persiapan. Dengan uang Rp 30 ribu, sebagai biaya pengganti air dan listrik, santri sudah bisa ikut menimba ilmu selama bulan Ramadan. Untuk konsumsi, para santri tak kesusahan karena di sekitar masjid banyak berjejer warung makan.

"Ketika menjelang Maghrib atau waktu berbuka dan menjelang sahur, banyak pedagang yang berjualan di halaman masjid. Santri tinggal memilih karena harganya juga sangat terjangkau," imbuh pria yang juga menjadi pengasuh pondok sepuh itu.

Meski seluruh santri adalah lansia, namun kegiatan ibadah di pondok sepuh sangat padat. Dimulai sejak pukul 01.00 WIB, santri harus bangun untuk mengikuti berbagai salat sunah, seperti salat hajat, salat tahajud, salat tasbih dan mujahadah. Kemudian dilanjutkan dengan sahur, berdoa, dan mengikuti salat subuh berjamaah.

Sekitar pukul 06.00 WIB, para jamaah diarahkan melaksanakan salat dhuha dan membaca kitab suci Alquran. Setelah itu, mereka mengikuti pengajian dari pukul 11.00 WIB sampai salat masuk waktu salat zuhur.

Pada pukul 15.00 WIB mereka mengikuti pengajian sampai waktu ashar tiba. Seusai buka puasa, mereka kembali melaksanakan mujahadah dan dilanjutkan dengan salat isya dan salat tarawih. Di penghujung malam, para santri sepuh itu mengikuti tadarus sampai pukul 24.00 WIB. (sip/mbr)