Salah satu pernak-pernik yang unik ialah replika masjid yang disusun dari makanan tradisional kuping gajah. Replika tersebut dapat ditemui di The Sunan Hotel, Jalan Ahmad Yani, Solo.
Replika masjid membutuhkan lebih dari 6 ribu keping kuping gajah dengan berbagai rasa. Satu per satu kuping gajah ditempel dengan lem berbahan baku terigu pada kerangka masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom) |
Sebanyak tujuh orang mengerjakan replika berdiameter 170 cm dengan tinggi total 250 cm itu selama empat hari. Keseluruhan kuping gajah menghabiskan terigu sebanyak 27 kg.
Executive Chef, Eko Edi Priyanto, mengatakan bentuk masjid terinspirasi dari monumen Taj Mahal di India. Menurutnya, Taj Mahal merupakan bangunan yang sangat menarik.
"Dari sisi bahan, kita sengaja pilih kuping gajah karena merupakan makanan tradisional. Kuping itu telinga, kita ingin mendengarkan apa yang diinginkan masyarakat," ujarnya, Rabu (7/6/2017).
Replika masjid dipajang di lobi hotel selama bulan Ramadan hingga liburan lebaran. Meski berbahan makanan, karya seni tersebut tidak untuk dimakan, terlebih saat menjalankan ibadah puasa.
Dibutuhkan 6 ribu keping kue kuping gajah. (Foto: Bayu Ardi/detikcom) |












































(Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Dibutuhkan 6 ribu keping kue kuping gajah. (Foto: Bayu Ardi/detikcom)