Hal itu diungkapkan Tito di Pangkalan Udara Militer Ahmad Yani Semarang sebelum bertolak menggunakan helikopter. Kapolri mengatakan tiga titik tersebut yaitu pintu tol Kaligangsa (Brebes Timur), Pejagan (Brebes), dan Gringsing (Batang).
"Kemungkinan terjadinya kepadatan itu di tol Kaligangsa, Pejagan, kemudian Gringsing. Tapi banyak yang sudah keluar-keluar tol, mudah-mudahan di Gringsing padat tapi tidak padat macet total seperti tahun lalu (di Brexit)," kata Tito, Rabu (7/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti di Pejagan bisa keluar menuju ke arah Selatan seperti Slawi, Banyumas, Cilacap. Prediksi Kapolda banyak keluar di situ.
Dulu terhambat perlintasan kereta api, sekarang ada fly over. Pasar tumpah dijaga dipasangi tali," tandas Tito.
Langkah-langkah lainnya juga dilakukan seperti menyiapkan mekanik mobile, bahan bakar kemasan, dan tim kesehatan bahkan helikopter untuk kondisi darurat. Fasilitas rest area juga disiapkan, selain itu petugas juga akan disiagakan di tol fungsional sepanjang 110 km itu.
"Kalau urgent, kita siapkan heli di Kendal dan Brebes dari Basarnas dan Polri juga," tegasnya.
Diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada akhir pekan tanggal 23 Juni 2017. Kapolri mengimbau agar pemudik bisa mengatur jadwal dan bisa berangkat lebih awal agar tidak terjadi kepadatan.
"Kalau bisa jangan numpuk H-1. Tiga atau empat hari sebelumnya sudah berangsur pulang. Arus balik nanti Sabtu Minggu depannya, itu kerawanan arus balik puncak. Masyarakat jangan berbondong-bondong Sabtu-Minggu, Kamis sudah bisa mulai pulang," imbau Kapolri.
Hari ini Kapolri melakukan tinjauan bersama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Puji Hartanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Hari Trisaputra Zuna, Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik, serta Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. Rombongan berangkat menggunakan helikopter. (alg/bgs)











































